Namun perlu diingat: kapasitas maksimum pembangkit surya tidak sama dengan output konstan, karena sinar matahari berubah setiap jam dan musim.

Di situlah teknologi jaringan berperan. China juga membangun saluran transmisi tegangan ultra-tinggi untuk mengalirkan listrik dari Inner Mongolia ke wilayah Beijing-Tianjin-Hebei.

Tanpa infrastruktur semacam itu, ladang surya terbesar sekalipun bisa menjadi aset yang terdampar.

Melawan Pasir dengan Panel

Proyek Kubuqi juga dibingkai sebagai upaya perbaikan lingkungan.

Panel surya dapat berfungsi sebagai penahan angin, membantu menahan pasir, dan menciptakan naungan yang memperlambat penguapan air tanah.

Pejabat setempat mengatakan tanaman juga akan ditanam di bawah beberapa panel, termasuk di sekitar 5.900 hektare di Dalad Banner.

>>> John Romero: 20 Juta Pemain Shareware Doom Bukan Pembajak

Dengan membentang di Gurun Kubuqi yang dulunya tandus, ladang surya ini bertujuan menghasilkan listrik bagi jutaan orang sambil mengekang desertifikasi.

Dengan mengurangi kecepatan angin dan menaungi tanah, susunan panel dapat menciptakan zona lindung kecil tempat rumput atau tanaman komersial memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh.

NASA mencatat bahwa para perencana berharap instalasi ini dapat membantu mengekang desertifikasi, sementara analisis berbasis satelit telah mengaitkan proyek surya dengan penghijauan di bagian lain China dalam beberapa tahun terakhir.

Kuda di Gurun

Salah satu bagian paling mencolok dari pembangunan Kubuqi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya Junma.

Dari atas, 200.000 panelnya membentuk gambar kuda yang sedang berlari kencang. Desain ini meraih Rekor Dunia Guinness untuk gambar terbesar yang terbuat dari panel surya.

NASA mengatakan Junma menghasilkan sekitar 2 miliar kilowatt-jam listrik setiap tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik tahunan sekitar 300.000 hingga 400.000 orang.