Mengapa CO₂ Mendinginkan Stratosfer? Ilmuwan Ungkap Mekanismenya
Data satelit sejak pertengahan 1980-an menunjukkan stratosfer telah mendingin sekitar 2°C. Penurunan suhu ini sepuluh kali lebih besar dari yang bisa disebabkan oleh siklus matahari alami.
Selama bertahun-tahun, mekanisme molekuler yang tepat di balik pendinginan ini masih misterius.
>>> WhatsApp Mulai Gulirkan Reservasi Nama Pengguna Secara Global
Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan di Nature Geoscience oleh peneliti Columbia University akhirnya mendokumentasikan fisika proses tersebut.
Rahasianya terletak pada bagaimana CO₂ menangani panjang gelombang cahaya yang berbeda. Perilaku ganda ini bergantung pada kepadatan atmosfer.
Selimut vs Radiator: Peran Kepadatan Atmosfer
Aturan dasar efek rumah kaca adalah CO₂ memerangkap panas, tetapi aturan itu hanya berlaku saat udara tebal. Di atmosfer bawah (troposfer), udara padat dan rapat.
Ketika molekul CO₂ menyerap radiasi inframerah dari Bumi, ia langsung bertabrakan dengan molekul nitrogen dan oksigen di sekitarnya.
Tabrakan berkecepatan tinggi ini mentransfer energi, menghangatkan massa udara seperti selimut tebal.
Namun, saat naik ke stratosfer, udara menjadi sangat tipis. Molekul CO₂ masih menyerap energi inframerah, tetapi udara terlalu encer untuk bertabrakan dengan apa pun.
Tanpa molekul tetangga untuk meneruskan panas, molekul CO₂ memancarkan kembali energi itu ke luar.
Karena udara tipis, radiasi itu langsung melesat ke tepi planet dan lepas ke ruang hampa.
Singkatnya, di bawah, CO₂ bertindak seperti selimut; di atas, ia berfungsi sebagai radiator planet yang sangat efisien.
Dari Teori 1960-an ke Bukti Modern
Efek paradoks ini sebenarnya diprediksi pada 1960-an oleh pelopor pemodelan iklim Syukuro Manabe. Karya awalnya akhirnya membuatnya meraih Hadiah Nobel.
Meskipun modelnya memprediksi pendinginan ini, mencocokkan perhitungan tersebut dengan pengukuran satelit aktual dari cahaya inframerah membutuhkan waktu puluhan tahun.
Update Terbaru
Victor Dethan Resmi Gabung Persija Jakarta dengan Modal Pengalaman Timnas
Selasa / 30-06-2026, 01:36 WIB
Kejutan di Babak I: Jepang Unggul 1-0 atas Brasil
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Eks Pj Gubernur Sulsel Menang Praperadilan Kasus Korupsi Bibit Nanas
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Sompo Indonesia Gelar Sompo Festival Rayakan 51 Tahun Perjalanan
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Janice Tjen Lolos ke Babak 2 Wimbledon 2026 usai Singkirkan Unggulan
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Sosok Suhadi, Pihak yang Coba Intervensi Sidang Praperadilan Roy Suryo
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Pakar Hukum: Kunjungan Jokowi ke Lampung Bukti Ucapannya Tak Konsisten
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Anggaran Riset Anjlok ke Rp4,7 Triliun, Banggar DPR Kritik Peneliti Hanya 'Keluar Masuk Kantor'
Selasa / 30-06-2026, 01:34 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Harga Pertamax Turun per 1 Juli 2026? Ini Kata Mas Bahlil
Selasa / 30-06-2026, 01:34 WIB
Miliuner Tambang Gina Rinehart Investasi Rp 22 Triliun di SpaceX
Selasa / 30-06-2026, 01:34 WIB
Fans Manfaatkan Microsoft Rewards untuk Pre-order GTA 6 Ultimate Edition Gratis
Selasa / 30-06-2026, 01:28 WIB
Ghost of Yotei Dorong Lonjakan Turis ke Hokkaido, Merchandise Resmi Dirilis
Selasa / 30-06-2026, 01:28 WIB
Demon Slayer: The Hinokami Chronicles 2 Rilis Edisi Switch 2 pada 29 Oktober
Selasa / 30-06-2026, 01:24 WIB
PSV Eindhoven Incar Gelandang NEC Nijmegen Kodai Sano di Bursa Transfer
Selasa / 30-06-2026, 01:24 WIB






