>>> Final Fantasy 14: Raid Dawntrail Jadi Pedoman Konten Pertempuran Masa Depan

Apabila terjadi letusan eksplosif, material vulkanik berupa lontaran batu pijar diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Balai TNGM juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi, sesuai rekomendasi BPPTKG/PVMBG.

Jalur pendakian melalui New Selo menuju puncak Gunung Merapi justru berada di dalam kawasan rawan tersebut.

Jalur itu mencakup pintu gerbang hingga Pos I yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari puncak, Pos II sekitar 1,64 kilometer, Pasar Bubrah sekitar 0,7 kilometer, hingga puncak.

Seluruh titik tersebut berada di dalam zona yang berpotensi terdampak lontaran material vulkanik maupun awan panas, sehingga aktivitas pendakian dinilai sangat membahayakan keselamatan pendaki.

Balai TNGM juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait aktivitas Gunung Merapi.

"Masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau langsung ke BPPTKG," kata Heri.

Sebagai alternatif, Balai TNGM menyampaikan bahwa masyarakat masih dapat menikmati sejumlah jalur wisata soft trekking di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, seperti Objek Wisata Alam (OWA) Kalitalang yang berada di luar radius bahaya, yakni sekitar 3,3 kilometer dari Pos IV atau pos pendakian terakhir.

Balai TNGM menegaskan penutupan jalur pendakian dilakukan semata-mata untuk mematuhi rekomendasi dari instansi teknis yang berwenang sekaligus menjamin keselamatan masyarakat.

>>> Maroko Siap Tempur Hadapi Belanda di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

"Pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan, semata-mata untuk mematuhi rekomendasi dari pihak yang berwenang serta untuk menjaga keselamatan dan keamanan semua pihak," kata Heri.