Presiden Donald Trump mengusulkan alokasi dana sebesar $1 miliar atau sekitar Rp15 triliun untuk memulihkan manfaat pensiun bagi lebih dari 20.000 pensiunan non-serikat Delphi Corp.

Usulan tersebut disampaikan dalam surat anggaran tambahan dari Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih kepada Ketua DPR Mike Johnson.

>>> Mazda Yakin Pasar SUV Masih Akan Tumbuh, Sedan Makin Terpinggirkan

Dana sebesar $87,6 miliar sebagian besar dialokasikan untuk operasi militer di Iran, namun satu baris khusus meminta $1 miliar untuk meningkatkan tingkat manfaat bagi peserta program pensiun tertentu yang disponsori Delphi.

Delphi Corp. dulunya adalah pemasok suku cadang mobil raksasa yang didirikan oleh General Motors di Michigan.

Saat pemerintahan Obama mengawasi proses kebangkrutan GM selama krisis keuangan global, pensiunan serikat pekerja Delphi tetap mempertahankan tunjangan mereka.

Namun, lebih dari 20.000 pensiunan non-serikat tidak seberuntung itu. Manfaat mereka menyusut rata-rata 30 hingga 70 persen.

Mereka telah berjuang untuk mendapatkan kompensasi sejak saat itu.

>>> Touring Superleggera Veloce12 Aperta: Ferrari 550 Targa dengan V12 Manual

Waktu yang Tepat secara Politik

Waktu pengajuan ini dinilai strategis.

Pemilu paruh waktu tinggal beberapa bulan lagi, dan pemerintahan Trump berpotensi kehilangan kendali atas satu atau kedua kamar Kongres.

Mengkompensasi mantan karyawan Delphi bisa menjadi isu besar di Midwest, sehingga langkah ini dipandang sebagai upaya menarik simpati pemilih.

Masalah ini telah bergulir di pengadilan cukup lama.

Sebuah kasus sebelumnya berargumen bahwa Pension Benefit Guaranty Corporation tidak memiliki wewenang untuk mengambil alih rencana pensiun karyawan bergaji dan mengurangi manfaat mereka.

>>> Mitsubishi Pajero Baru Hadirkan Kembali Triple Gauge Pod Klasik

Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit ke-6 menolak argumen tersebut, demikian pula Mahkamah Agung AS pada tahun 2022.