Produsen PC terbesar dunia, Lenovo, memberikan peringatan serius tentang dampak ledakan kecerdasan buatan (AI) terhadap harga komponen memori.

Dalam konferensi ISC 2026 di Jerman, Lenovo menyatakan bahwa lonjakan harga DRAM dan NAND flash mungkin bukan sekadar kenaikan sementara.

>>> POCO M7 Pro 5G Masih Dibanderol Rp2,999 Juta pada Juni 2026, Simak Spesifikasi dan Kekurangannya

Menurut mereka, harga yang lebih tinggi ini bisa menjadi 'normal baru' yang bertahan hingga 2030 dan seterusnya.

Lenovo mengungkapkan data mengejutkan: harga melonjak drastis dari akhir Q3 hingga awal Q4 2025, mencapai level yang tak terduga.

Penyebab utamanya sederhana: permintaan tumbuh jauh lebih cepat daripada pasokan.

Meskipun pabrikan berlomba membangun pabrik wafer baru, butuh waktu bertahun-tahun sebelum kapasitas tambahan benar-benar terasa.

Pandangan Lenovo sejalan dengan Micron, yang mengakui bahwa pelanggan terpentingnya pun tak bisa mendapatkan semua yang mereka butuhkan.

Samsung dan SK Hynix juga menyuarakan kekhawatiran serupa.

SK Hynix, pemain utama dalam memori bandwidth tinggi (HBM) untuk AI, mempercepat rencana ekspansinya.

>>> Modus Deposito Fiktif di BCA Kepanjen Diduga Rugikan Nasabah hingga Rp987 Juta

Perusahaan itu ingin hampir menggandakan kapasitas wafer DRAM pada 2030–2031 dan melipatgandakan produksi total pada sekitar 2034.

Langkah ini lebih cepat dari rencana awal, namun banyak pengamat masih meragukan apakah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan chip AI.

Pergeseran ini menguntungkan produsen memori, tetapi memperketat pasokan DRAM dan NAND konsumen biasa.

Akibatnya, biaya lebih tinggi merembet ke produk sehari-hari: PC, laptop, ponsel pintar, SSD, dan layanan cloud.

Bagi masyarakat dan bisnis, artinya jelas: meningkatkan komputer atau membeli perangkat baru bisa tetap lebih mahal dari biasanya.

Prospek Lenovo menunjukkan kita beralih dari siklus boom-and-bust lama ke era baru dengan harga dasar yang lebih tinggi secara permanen, didorong oleh AI.

>>> Pelatih Perbakin Surabaya Tersangka Cabul, Modus Hukuman Gelitik

Inovasi efisiensi dan teknologi baru mungkin bisa membantu meringankan dampaknya, tetapi setidaknya untuk beberapa tahun ke depan, harga memori tinggi tampaknya akan bertahan.