Harga konsol game seperti Steam Machine, Xbox Series X|S, dan PS5 terus meroket. Kini Lenovo memperingatkan bahwa biaya komponen memori tidak akan turun dalam waktu dekat.

Dalam presentasi di ISC 2026, direktur eksekutif Lenovo Martin Hiegl mengatakan bahwa industri sedang berada dalam 'normal baru' untuk harga DRAM dan NAND.

>>> Mantan Developer GTA 6 yang Dipecat Akibat Tuduhan Union Busting Ogah Main Game Tersebut

Menurutnya, harga tinggi ini akan bertahan setidaknya hingga 2030.

Meskipun produsen DRAM meningkatkan kapasitas produksi, Hiegl menjelaskan bahwa upaya tersebut tidak akan cukup untuk mengembalikan harga ke level semula.

Kenaikan biaya komponen disebut sebagai faktor utama.

Valve sebelumnya mengaitkan harga Steam Machine yang mencapai lebih dari 1.000 dolar AS dengan tingginya biaya komponen.

>>> Peringatan Red Flag Dikeluarkan di Sejumlah Negara Bagian Barat AS

Sementara itu, Microsoft baru saja menaikkan harga Xbox Series X|S dan menyebut harga penyimpanan serta memori telah naik lebih dari 2,5 kali lipat.

Microsoft juga memperkirakan harga tersebut akan berlipat ganda lagi pada musim gugur 2027. Sony pun menaikkan harga PS5 awal tahun ini dengan alasan kondisi ekonomi global.

Kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan RAM untuk kecerdasan buatan (AI). Pabrik-pabrik AI disebut-sebut mengonsumsi komponen memori dalam jumlah besar, sehingga pasokan untuk perangkat konsumen menjadi terbatas.

Para insinyur Valve mengakui bahwa harga Steam Machine yang lebih murah akan lebih baik, namun penurunan harga tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

>>> Viktor Hovland Pimpin Travelers Championship Jelang Putaran Final

Dengan pernyataan Lenovo, prospek harga konsol dan PC gaming yang terjangkau masih suram.