Sebuah studi baru dari University of California - Los Angeles (UCLA) Health Sciences mengaitkan paparan residensial jangka panjang terhadap pestisida pertanian klorpirifos dengan peningkatan risiko penyakit Parkinson lebih dari 2,5 kali lipat.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecular Neurodegeneration pada 28 Juni 2026 ini menggabungkan data dari 829 pasien Parkinson dan 824 individu yang tidak terpapar dengan pengujian laboratorium pada tikus dan ikan zebra.

>>> Studi UCLA: Paparan Klorpirifos Tingkatkan Risiko Parkinson Hingga 2,5 Kali Lipat

Eksperimen laboratorium menunjukkan bahwa klorpirifos secara langsung merusak neuron penghasil dopamin, menyebabkan peradangan otak, akumulasi protein alpha-synuclein abnormal, dan mengganggu autophagy—proses pembersihan seluler internal yang membuang limbah beracun.

Mekanisme Biologis Terungkap

"Studi ini menetapkan klorpirifos sebagai faktor risiko lingkungan spesifik untuk penyakit Parkinson, bukan hanya pestisida sebagai kelas umum," kata Dr. Jeff Bronstein, profesor neurologi di UCLA Health dan penulis senior studi tersebut.

Dr. Bronstein juga mencatat bahwa mengidentifikasi disfungsi autophagy sebagai pendorong neurotoksisitas ini memberikan target yang jelas untuk mengembangkan strategi terapi protektif di masa depan.

"Dengan menunjukkan mekanisme biologis pada model hewan, kami telah menunjukkan bahwa hubungan ini kemungkinan bersifat kausal," tambahnya.

Penemuan ini bertepatan dengan meningkatnya litigasi di Amerika Serikat, termasuk gugatan yang diajukan oleh mantan pekerja pengendalian hama Alexander Ramos di Pengadilan Common Pleas Philadelphia County terhadap Dow Chemical, Corteva, dan FMC Corp.

>>> Apa Saja yang Perlu Ditulis di Name Tag MPLS? Ini Panduan Lengkapnya

Tuntutan hukum tersebut menuduh perusahaan kimia merancang dan mendistribusikan klorpirifos sambil secara aktif menyembunyikan hubungannya dengan kerusakan neurologis dari publik dan komunitas medis.