Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden melontarkan kritik keras terhadap penggantinya, Donald Trump, dalam pidato utama di acara gala Partai Demokrat di Hanover, Maryland, pada Minggu, 28 Juni 2026.

Dalam pidato selama 10 menit itu, Biden mengecam keputusan administratif dan kebijakan luar negeri Trump, terutama hubungannya dengan para pemimpin dunia dan perubahan di Washington DC menjelang pemilu paruh waktu November mendatang.

>>> 4 Fakta Menarik Jelang Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026

Biden menyoroti renovasi Gedung Putih yang menghancurkan Sayap Timur untuk ballroom dan perombakan besar-besaran kolam refleksi Lincoln Memorial, yang dinilainya sebagai pemborosan.

"Lebih dari presiden mana pun dalam sejarah," kata Biden, mengecam Trump.

Biden juga menargetkan kedekatan Trump dengan Vladimir Putin dan kritiknya terhadap aliansi militer NATO, menuduh Trump sengaja mendistorsi dan menghancurkan hubungan internasional.

"Seorang pecundang," ujar Biden menegaskan.

Ketegangan dengan Iran dan Kebijakan Domestik

Sementara itu, eskalasi aksi militer antara AS dan Iran telah membebani perjanjian damai sementara setelah serangan rudal dan drone terbaru.

>>> Carlo Ancelotti Ogah Ladeni Psywar Jepang, Fokus Bawa Brasil ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Teheran melancarkan serangan terhadap Bahrain dan Kuwait pada hari Minggu setelah serangan AS di Iran selatan, yang kemudian memicu peringatan penghentian militer dari pemerintahan Trump.

"Tidak akan ada lagi," kata Trump melalui media sosial, mengisyaratkan kemungkinan AS menyelesaikan secara militer dan meninggalkan negosiasi.

Dalam kebijakan domestik, Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin menyarankan imigran dengan status perlindungan sementara untuk mencari tempat tinggal tetap atau meninggalkan negara itu setelah putusan Mahkamah Agung.

Sebuah kantor Gedung Putih yang diisi oleh veteran Departemen Efisiensi Pemerintah menghadapi sorotan atas legalitas desain ulang situs web federal yang sensitif.

>>> Anggota DPRD TTU Buka Suara soal Insiden RS yang Diduga Picu Dokter Icha Bunuh Diri

Tindakan administratif terkait konflik juga menuai kritik dari dalam Partai Republik, termasuk dari Senator Bill Cassidy yang menyebutnya "sekadar pelengkap".