Jaron Ennis menjadi juara kelas menengah junior WBA dan WBO setelah menghentikan Xander Zayas di ronde ketujuh pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Barclays Center, Brooklyn.

Kemenangan ini langsung memicu tantangan dari petinju tak terkalahkan Vergil Ortiz Jr.

in1

>>> Red Bull Minta Maaf pada Verstappen Usai Kecelakaan Akibat Kerusakan Teknis

Ennis, yang kini memiliki rekor 36-0 dengan 32 kemenangan KO, menjatuhkan Zayas tiga kali sebelum sudut Zayas menghentikan pertarungan.

"Tim saya adalah kecepatan, kecepatan, kecepatan," kata Ennis.

Ia menjelaskan bahwa pukulan yang tidak terlihat adalah yang paling berbahaya, bukan pukulan keras.

Ennis mengaku sempat tidak mendengarkan instruksi, tetapi mulai mendengarkan menjelang akhir pertarungan.

Juara baru ini menyatakan prioritas utamanya adalah mengumpulkan sabuk divisi lainnya, tetapi membuka peluang melawan Ortiz.

"Saya di sini untuk menjadi juara tak terbantahkan dan memecah sabuk-sabuk ini. Tapi jika kami tidak bisa mendapatkan petinju lain dan Vergil tersedia, mari kita wujudkan," ujar Ennis.

Pujian Promotor dan Respons Ortiz

Promotor Matchroom, Eddie Hearn, memuji intensitas pertarungan, terutama ronde ketiga yang dramatis di mana Zayas mengguncang Ennis.

"Itu adalah salah satu pertarungan paling menarik dan mendebarkan yang pernah saya saksikan di pinggir ring," kata Hearn.

Hearn menambahkan bahwa pertarungan itu menunjukkan level tertinggi olahraga ini meskipun ada kompleksitas promosi eksternal.

Ia mengungkapkan bahwa Ennis sebelumnya setuju untuk bertarung melawan Ortiz sebelum sengketa promosi mengesampingkan penantang tersebut.

"Kami mengambil pertarungan Vergil Ortiz itu. Kami mengambilnya tanpa sabuk, untuk para penggemar, untuk membuktikan dia yang terbaik," jelas Hearn.

Dengan Ennis kini memegang dua sabuk utama, Hearn menguraikan lintasan baru yang berfokus pada status tak terbantahkan.