Empat tahun setelah perilisan perdana, Cyberpunk: Edgerunners masih menjadi salah satu anime yang paling dikenang.

Serial 10 episode garapan CD PROJEKT RED dan Studio Trigger ini berhasil memadukan genre cyberpunk dengan kisah cinta tragis yang menyentuh.

in1

>>> Kim Yuna Ungkap Makna Pernikahan di Tahun Keempat

Kini, kedua studio tengah menggarap musim baru Edgerunners. Sebuah teaser trailer dan karakter baru telah diperkenalkan, menandakan kelanjutan petualangan di semesta Cyberpunk.

Dalam kesempatan wawancara di konvensi DoKomi, Jerman, pada 30 Mei lalu, kami berbincang dengan Bartosz Sztybor, penulis CD PROJEKT RED yang terlibat dalam naskah musim pertama Edgerunners bersama Yoshiki Usa dan Masahiko Otsuka dari Studio Trigger.

Sztybor juga menulis banyak komik untuk waralaba ini, termasuk Cyberpunk: Edgerunners MADNESS. Berikut petikan wawancaranya.

Karier dan Inspirasi

Ditanya soal sambutan hangat di DoKomi, Sztybor mengaku tidak terlalu pandai menghadapi kebahagiaan. Ia juga menyoroti bahwa penulis jarang mendapat sorotan, berbeda dengan sutradara.

Menurutnya, perbedaan antara tulisan dan visual sangat jelas di musim pertama Edgerunners. "Orang-orang tahu karya Trigger sebelumnya dan melihat peningkatan dari sisi cerita.

Dan cerita itu sangat khas CD PROJEKT RED," ujarnya.

Sztybor bercita-cita menjadi penulis sejak kecil. Ia sempat mencoba menggambar, tetapi hasilnya seperti "kentang dengan tongkat", sehingga ia beralih ke tulisan.

Ia bahkan mulai menulis buku pada usia enam tahun, meski hanya satu halaman.

Inspirasi datang dari berbagai tontonan masa kecil, mulai dari film laga Jean-Claude Van Damme hingga film arthouse Eropa.

"Saya suka 'high art' dengan adegan aksi bombastis, kadang dengan elemen pop culture konyol seperti film Steven Seagal," katanya.