Peritel fesyen cepat asal Swedia, Hennes & Mauritz (H&M), mencatat biaya restrukturisasi satu kali sebesar 1,24 miliar kronor Swedia (sekitar $127,2 juta) pada 25 Juni 2026.

Biaya tersebut muncul seiring strategi pengelolaan inventaris yang agresif, yang justru menekan penjualan dan membuat toko kesulitan memenuhi permintaan pelanggan.

in1

>>> Meghan Markle Akan Kunjungi Rumah Sakit di Inggris untuk Pertama Kali Sejak 2020

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan bersih pada semester pertama tahun fiskal (Desember hingga Mei) turun 3% secara tahunan menjadi 104,4 miliar kronor Swedia.

Pendapatan di Eropa Barat, wilayah penghasil laba utama H&M, mengalami penurunan 5% pada periode yang sama.

Meski penjualan lesu, laba operasional semester pertama naik menjadi 7,4 miliar kronor Swedia, dari 7,1 miliar kronor pada tahun sebelumnya, didukung oleh upaya modernisasi toko.

Hingga akhir Mei, grup ini mengoperasikan 4.038 toko secara global, berkurang 128 lokasi dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Pengurangan ini termasuk penutupan seluruh toko Monki selama setahun terakhir untuk mengintegrasikan merek tersebut ke dalam portofolio Weekday.

CEO Daniel Erver mengatakan bahwa penjualan pada kuartal terakhir "agak lebih rendah dari yang direncanakan".

Erver menjelaskan bahwa langkah perusahaan difokuskan pada penyederhanaan organisasi dan peningkatan produktivitas inventaris di seluruh portofolio multi-merek, termasuk Cos, Weekday, & Other Stories, dan Arket.

"Manajemen inventaris yang lebih ketat, dalam beberapa kasus, memengaruhi kemampuan kami untuk sepenuhnya memenuhi permintaan," ujar Erver.

Manajemen perusahaan mengindikasikan bahwa penyesuaian operasional akan terus dilakukan untuk menyempurnakan metrik pemenuhan ritel guna mencegah kekurangan stok lokal, sembari tetap menjaga disiplin keuangan yang ketat.

>>> Ilmuwan Akhirnya Ungkap Alasan Babi Hutan Bavaria Lebih Radioaktif dari Serigala Chernobyl