Anime favoritnya adalah Neon Genesis Evangelion, yang ia anggap paling depresif. Ia juga menyukai Ghost in the Shell, Akira, Captain Tsubasa, dan film Ghibli.

Kolaborasi dengan Studio Trigger

Sztybor mengungkapkan dua alasan utama CD PROJEKT RED memilih Studio Trigger. Pertama, gaya visual Trigger sangat cocok untuk Cyberpunk.

in1

"Kami tahu ceritanya akan sangat CD PROJEKT RED: sedih, tragis, dan penuh nuansa moral. Kami butuh tandingan yang memukau secara visual," jelasnya.

Kedua, pendekatan Studio Trigger yang hanya mengerjakan satu proyek unik setiap dua atau tiga tahun membuat mereka sangat berkomitmen.

"Kami tahu mereka akan menjadi mitra yang sulit, dengan ego besar seperti kami. Ini risiko yang bisa berakhir bencana atau sesuatu yang luar biasa.

Untungnya, yang terjadi adalah yang kedua," ujarnya.

Proses kerja dengan Yoshiki Usa dan Masahiko Otsuka tidak mudah, terutama karena pandemi.

>>> Rumor Kehamilan Artis Kembali Mencuat, Sorotan pada Tubuh Perempuan Makin Kritis

Rencana awal untuk bertemu langsung di Jepang batal, sehingga mereka harus berkomunikasi melalui panggilan harian dengan penerjemah.

Sztybor menyiapkan draf pertama, lalu Usa dan Otsuka menulis ulang dan mengirimkannya kembali. Mereka terus berdiskusi tentang alasan di balik setiap perubahan.

Ia belajar dua hal: pertama, perbedaan budaya harus diterima. Adegan yang ia anggap menggembirakan bisa dianggap sebagai aib oleh tim Jepang.

Kedua, penulis Barat cenderung logis, sementara penulis Jepang lebih mengutamakan emosi. "Mereka bilang, satu episode pun tidak harus logis dari A ke B ke C.

Bisa hanya emosional," kenangnya.

Salah satu adegan favorit penggemar, yaitu saat David jatuh cinta pada Lucy di ambulans, muncul atas permintaan sutradara Hiroyuki Imaishi.