Mengenai BPA, Philippat menambahkan bahwa BPA telah dilarang di Prancis sebagai bahan dalam produk perawatan tubuh sejak 2005 karena toksisitas reproduksinya.

>>> Apakah Ada Libur Nasional dan Cuti Bersama pada Juli 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

in1

Kehadirannya mungkin disebabkan kontaminasi selama produksi atau dari kemasan.

Studi ini juga untuk pertama kalinya memperkirakan potensi manfaat kesehatan dan ekonomi di tingkat populasi.

Dengan berfokus pada BPA, penulis menghitung bahwa mengubah rutinitas kecantikan dapat mencegah sekitar 4 persen kasus asma anak yang terkait dengan paparan prenatal.

Hal ini berpotensi menghemat hingga €9,7 juta per tahun dalam biaya perawatan kesehatan di Prancis saja.

Direktur penelitian Inserm Rémy Slama menekankan bahwa proyeksi ini bersifat hipotetis, tetapi menyoroti masalah kesehatan masyarakat yang besar terkait pengurangan paparan senyawa tersebut.

Mulai 12 April 2024, produsen di Eropa diwajibkan secara hukum untuk mengungkapkan keberadaan pengganggu endokrin yang dikonfirmasi atau diduga dalam produk sehari-hari.

Konsumen dapat memeriksa kandungan produk dengan memindai kode batang menggunakan aplikasi seperti Scan4Chem.

Namun, para ahli mengatakan upaya individu saja tidak akan menyelesaikan masalah.

Regulasi yang menargetkan formula dan bahan kemasan akan lebih efektif dan bertahan lama dalam menurunkan paparan bagi semua orang.

Slama mencatat bahwa tanpa logo wajib yang menunjukkan bahan berbahaya pada kosmetik, sangat sulit bagi konsumen untuk memahami kemasan dan menghindari zat yang mengkhawatirkan.

>>> Baterai Cepat Habis Saat Pakai Android Auto? Ternyata Bukan Koneksi Nirkabel Penyebabnya

Sementara menunggu pelabelan yang lebih baik dan produk yang lebih aman, mengambil jeda dari rutinitas kecantikan bisa menjadi langkah sederhana yang bermanfaat bagi tubuh dan dompet.