Wireless Android Auto memang sangat praktis. Cukup tinggalkan ponsel di saku, navigasi, musik, dan panggilan langsung muncul di dasbor tanpa kabel.

Namun, banyak pengguna mengeluhkan baterai ponsel yang cepat habis saat menggunakan fitur ini.

in1

>>> Laporan Staf Polisi Portland: Waktu Tanggap Rata-rata 20 Menit

Pada perjalanan jauh, perangkat terasa panas dan persentase baterai hampir tidak bertambah meski diletakkan di dudukan pengisi daya.

Panas Adalah Biang Kerok Sebenarnya

Awalnya, banyak yang mengira koneksi nirkabel antara ponsel dan mobil adalah penyebab utama boros baterai. Secara teknis, wireless Android Auto memang menggunakan lebih banyak daya daripada kabel.

Namun, petunjuk terbesar adalah suhu. Saat ponsel terasa hangat, pengurasan baterai semakin parah.

Pengisian daya melambat, perangkat makin panas, dan baterai sering stagnan meski terhubung ke listrik.

Ketika ponsel terlalu panas, sistem akan mengurangi kecepatan pengisian atau menyesuaikan kinerja untuk melindungi perangkat.

Pengaturan Pengisian Daya yang Memperparah Masalah

Titik balik terjadi saat meninjau ulang pengaturan pengisian daya di mobil. Banyak orang menggunakan dudukan pengisi daya nirkabel yang tampak sempurna.

Ponsel menjalankan navigasi, streaming musik, menjaga koneksi nirkabel ke mobil, dan mengisi daya secara nirkabel secara bersamaan. Semua aktivitas itu menghasilkan panas, dan pengisian daya nirkabel menambahnya.

Hasilnya, ponsel sering menjadi jauh lebih panas daripada saat penggunaan normal.

Perubahan sederhana memberikan dampak lebih besar daripada pengaturan apa pun.

Memindahkan ponsel ke tempat yang lebih berventilasi, menghindari sinar matahari langsung di dasbor, dan tidak memaksanya mengisi daya saat menggunakan wireless Android Auto sangat membantu.

>>> Deputi Columbus County Tewas Setelah Truk Trailer Tabrak Mobil Patroli dan Kendaraan Pemeliharaan Jalan