Temuan ini menunjukkan betapa rapuhnya danau-danau di K’gari.

Mata Suci K’gari dan Peringatan untuk Masa Depan

K’gari telah masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 1992.

in1

Danau-danaunya yang berada di ketinggian hanya mendapat pasokan air dari hujan yang tersaring melalui pasir, tanpa sumber lain.

Sifat ini membuat danau-danau tersebut sangat rentan terhadap perubahan hidrologi. Bagi suku Butchulla, pemilik tradisional pulau itu, danau-danau ini disebut Mata K’gari dan dianggap suci.

Conway Burns, anggota suku Butchulla dan rekan penulis studi, menekankan bahwa air tersebut sakral dan mereka memiliki tanggung jawab untuk melindunginya.

Kehadiran suara pribumi dalam publikasi ilmiah ini dinilai sangat penting.

Yang paling mengkhawatirkan dari studi ini adalah ketidakpastian yang diakui para peneliti. Hofmann menyatakan bahwa mereka tidak tahu apakah danau-danau itu bisa kering lagi.

Di tengah tren iklim Australia yang menuju curah hujan lebih sedikit namun dengan episode hujan lebih intens, ketidakpastian ini menjadi alarm.

Sebuah danau mungkin bertahan dalam kekeringan biasa, tetapi bisa lenyap jika angin berubah cukup drastis.

>>> Kemenaker Ingatkan Nasib 5,3 Juta Pekerja Tergantung Industri Hasil Tembakau

Sejarah K’gari telah membuktikan hal itu pernah terjadi.