Saat suhu di Meksiko utara melampaui 40 derajat Celsius, AC bukan lagi kemewahan.

Di Nuevo Laredo, Tamaulipas, seorang siswa SMA justru memanfaatkan alat pendingin itu untuk mengatasi masalah air.

in1

>>> Di Depan Kaesang, Ketua PSI Mesuji Targetkan Satu Dapil Satu Kursi

Dania Yasaret Saldaña Martínez, siswa dari Tamaulipas, menjadi pemenang regional dalam Penghargaan Air Pemuda Nasional Meksiko 2026 untuk proyek HidroAC+.

Sistem hibrida ini mengumpulkan air kondensasi dari AC, mengolahnya, memperkaya dengan nutrisi, lalu menggunakannya untuk tanaman hidroponik dan bedeng tanam.

Memanfaatkan Tetesan yang Terbuang

Kebanyakan AC membuang air kondensasi yang dihasilkan saat mendinginkan udara. HidroAC+ menangkap air itu, membersihkannya, dan mengalirkannya ke akar tanaman menggunakan teknik Nutrient Film Technique (NFT).

Keunggulan proyek ini adalah kesederhanaannya. Tidak perlu sumber air baru, cukup memanfaatkan perangkat yang sudah ada di dinding atau atap rumah.

Relevansi di Tengah Krisis Air

Meksiko utara menghadapi masalah air yang serius.

Data infrastruktur nasional menunjukkan ketersediaan air rendah di wilayah tengah dan utara, meskipun menjadi pusat populasi dan ekonomi.

Sektor pertanian menggunakan 76% volume air konsesi di Meksiko. Efisiensi kecil pun bisa berdampak besar.

HidroAC+ tidak menggantikan pasokan air kota, tetapi membantu menanam makanan dengan tekanan lebih rendah pada air bersih.

>>> Aoashi Season 2 Rilis Visual Utama dan Pengisi Lagu Tema, Tayang Oktober 2026

Proyek ini juga memiliki nilai edukasi. Sekolah dapat menggunakannya sebagai pelajaran sains, teknik, adaptasi iklim, dan manajemen sumber daya.

Air kondensasi AC bukan air minum. Sistem harus dirancang dengan pengolahan dan perawatan yang tepat.

Badan Perlindungan Lingkungan AS mencatat Texas mendefinisikan kondensat AC sebagai sumber air alternatif untuk penggunaan non-minum, termasuk irigasi.