>>> Suami Bupati Gowa Mengaku Baru Tahu Sudah Resmi Diceraikan, Ungkap Kesaksian di Sidang Pansus

Tidak bisa operasional," katanya.

in1

Menurut dia, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap rantai industri tembakau nasional yang melibatkan petani hingga pelaku usaha.

"Apakah nilai ekonomi yang mencapai Rp700 triliun ini sudah tidak kita butuhkan lagi? Ini menjadi pertanyaan untuk kita semua," ucap Merrijantij.

Ia mengusulkan agar target penurunan kadar tar dan nikotin dilakukan secara bertahap melalui riset bersama lintas kementerian, termasuk pengembangan varietas tembakau berkadar nikotin lebih rendah.

"Saat ini sudah ada hasil kajian dari PKMK UGM. Ini menjadi ultimate goals yang bisa kita capai beberapa tahun ke depan.

Kita tanya teman-teman di Kementerian Pertanian kira-kira bisa menemukan spesies tembakau yang bisa ditanam di Temanggung yang kadar nikotinnya rendah.

Semua elemen duduk bersama menentukan timeline-nya," ungkapnya.

Senada, Ketua Tim Kerja Bidang Kelembagaan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan Meynar Kusumo Wulandari menilai usulan pembatasan tar dan nikotin perlu dikaji lebih dalam karena berpotensi berdampak terhadap lapangan kerja.

Menurut Meynar, sebagian besar pekerja di sektor tembakau menggantungkan hidupnya pada industri kretek yang menggunakan tembakau lokal dengan karakteristik kadar nikotin tinggi.

"Nah, jangan sampai untuk mengejar tar dan nikotin tadi akhirnya masuknya ke dalam rokok impor. Untuk memenuhi standar itu akhirnya rokok impor masuk semua.

>>> Larissa Chou Bantah Isu Selingkuh usai Gugat Cerai Ikram Rosadi

Kretek for sure pasti akan sulit memenuhi kadar tar dan nikotin tersebut," ungkapnya.