Indonesia Menua: Siapkah Kita Hadapi Ledakan Populasi Lansia?
Namun umur panjang juga membawa konsekuensi.
Semakin banyak orang yang hidup hingga usia lanjut berarti semakin besar kebutuhan layanan kesehatan, perlindungan sosial, fasilitas publik ramah lansia, dan sistem perawatan jangka panjang.
Jika dahulu negara sibuk memikirkan cara menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda, kini tantangannya bergeser: bagaimana memastikan jutaan lansia tetap sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Persoalannya bukan lagi sekadar memperpanjang usia, tetapi memastikan usia panjang itu tetap bermakna.
Saat Keluarga Tak Lagi Mampu Memikul Semuanya
Selama ini Indonesia mengandalkan keluarga sebagai benteng utama perawatan lansia. Nilai kekeluargaan membuat banyak orang tua tetap tinggal bersama anak-anaknya.
Merawat orang tua dipandang sebagai bentuk bakti yang hampir tak pernah diperdebatkan.
Namun realitas sosial perlahan berubah. Urbanisasi membuat anak bekerja di kota berbeda.
Ukuran keluarga semakin kecil. Perempuan yang selama ini menjadi pengasuh utama kini juga aktif bekerja.
Di tengah perubahan itu, muncul pertanyaan besar: apakah keluarga masih mampu memikul seluruh beban perawatan lansia sendirian?
Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menilai jawabannya semakin sulit.
"Tantangan terbesar adalah meningkatnya kebutuhan perawatan lansia yang saat ini masih belum diimbangi dengan kesiapan sistem pendukungnya," kata dia.
Menurutnya, Indonesia masih terlalu bergantung pada keluarga sebagai penyedia layanan perawatan.
Padahal ketika jumlah lansia terus meningkat, beban itu akan jatuh pada generasi produktif yang juga menghadapi tekanan ekonomi, membesarkan anak, dan tuntutan pekerjaan.
>>> Ikram Rosadi Digugat Cerai Larissa Chou, Ini Jejak Bisnis hingga Kiprahnya di Organisasi
Fenomena sandwich generation pun berpotensi semakin meluas.
Update Terbaru
Penumpang United Airlines Ngamuk di Pesawat, Pilot Putuskan Mendarat Darurat di Tokyo
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Wagub Rano: Jakarta Fair Penggerak UMKM, Target Transaksi Rp8 Triliun
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Lighthouse Parenting: Pola Asuh Seimbang untuk Kemandirian Anak
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur untuk Perbaiki Kualitas Mobil Setelah AI Gagal
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kemenpora dan PB IPSI Kompak Targetkan Silat Masuk Olimpiade 2032
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Jakarta Gunakan HUT Ke-499 sebagai Gerbang Menuju 5 Abad
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kepala YTR Korban Taufik Hidayat Alami Infeksi Parah, Ditemukan Belatung
Jumat / 26-06-2026, 20:43 WIB
Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Filipina Selatan, Belum Ada Laporan Korban
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Maradona: Doping di Piala Dunia 1994 dan Perjuangan Melawan Narkoba
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Purbaya Tunda Rilis Surat Utang RI di China, Ini Alasannya
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Perbandingan Galaxy A37 vs A27: Tidak Adil tapi Perlu
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Pembaruan Software Galaxy A54 Hadirkan Patch Keamanan Juni 2026
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Bahan Kimia Umum Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita Muda
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Ilmuwan Terkejut Temukan Mekanisme Pembentukan Gunung Etna
Jumat / 26-06-2026, 20:41 WIB






