Analis Ungkap Alasan Jokowi Pilih Lampung untuk Safari Politik Bersama PSI
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lampung.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mengonsolidasi dukungan dan memperkuat posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
>>> Bukan Diet Ketat yang Menyiksa, Ini Prinsip Dasar Intuitive Eating
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, mengungkapkan dua tujuan utama dari safari politik tersebut.
Pertama, untuk mengonsolidasi dukungan politik ke PSI sekaligus merealisasikan janji Jokowi untuk turun langsung membantu partai tersebut.
"Dua hal. Pertama untuk mengonsolidasi dukungan politik ke PSI.
Sekaligus penegasan janji politik beberapa waktu lalu bahwa Jokowi akan all out turun ke bawah untuk PSI.
Itu terbukti hari ini safari dilakukan dan Jokowi gunakan atribut PSI," kata Adi kepada Suara. com, Jumat (26/6/2026).
Kedua, safari ini bertujuan mendongkrak elektabilitas Gibran sekaligus memperkuat posisi tawarnya di kancah politik nasional. "Untuk mendongkrak elektabilitas Gibran sekaligus Gibran punya bargaining politik kuat," imbuhnya.
Pemilihan Lampung dan Simbol Gajah
Adi juga menyoroti pemilihan Lampung sebagai lokasi awal safari politik Jokowi. Menurutnya, daerah tersebut dipilih bukan tanpa alasan karena memiliki keterkaitan simbolik dengan identitas PSI.
>>> Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.922 per Dolar AS Jumat Sore
"Lampung itu identik dengan gajah. Gajah itu identik dengan logo PSI.
Jadi secara simbolik Jokowi ingin kasih pesan bahwa safari Jokowi untuk menghimpun dukungan dimulai dari Lampung," ungkapnya.
Adi menilai safari politik ini menjadi sebuah pertaruhan bagi Jokowi. Masih ada perbedaan pandangan mengenai seberapa besar pengaruh politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
"Safari Jokowi bentuk perjudian politik.
Satu sisi ada yang mengatakan masih sakti karena Jokowi selalu menang kompetisi, sisi lainnya ada yang mengatakan Jokowi sudah tak sakti mengingat tak lagi jadi presiden.
Semua waktu yang akan menjawabnya," tandasnya.
Mengenai wacana duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029, Adi menilai hal itu masih menghadapi jalan panjang.
>>> Pakistan Tegaskan Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka
"Usulan duet Prabowo-Gibran 2 periode tentu rumit. Jalanan yang mesti dilalui cukup berliku dan mendaki," ujarnya.
Update Terbaru
Pelatih Jerman Tenang Usai Dipermalukan Ekuador di Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 19:26 WIB
Buron Most Wanted China Kasus Online Scam Ditangkap Polri
Jumat / 26-06-2026, 19:26 WIB
Gempa M 6,7 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Jumat / 26-06-2026, 19:25 WIB
Bam Margera Tidak Tampil di Jackass: Best and Last, Ini Kisah di Baliknya
Jumat / 26-06-2026, 19:23 WIB
Larissa Chou Bantah Isu Selingkuh di Tengah Proses Cerai dari Ikram Rosadi, Singgung 'Sudah Jadi Tempe'
Jumat / 26-06-2026, 19:23 WIB
Hasil Practice Moto3 Belanda: Veda Ega Finis 23, Danish Posisi 13
Jumat / 26-06-2026, 19:23 WIB
KDM Serahkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta ke Keluarga Korban Taufik Hidayat
Jumat / 26-06-2026, 19:23 WIB
Louis Partridge Buka Suara soal Rumor Jadi James Bond
Jumat / 26-06-2026, 19:22 WIB
100 Nama Bayi Laki-Laki dari Nama Nabi Beserta Artinya, Modern dan Penuh Doa
Jumat / 26-06-2026, 19:22 WIB
Panduan SPayLater Shopee 2026: Cara Melihat Tagihan dan Melunasi Cicilan
Jumat / 26-06-2026, 19:22 WIB
5 Biodata Pemain Notes from the Last Row, Drama Thriller Psikologis Terbaru Choi Min Sik
Jumat / 26-06-2026, 19:21 WIB
Nijiro Murakami Diserahkan ke Jaksa atas Dugaan Penganiayaan Mantan Kekasih
Jumat / 26-06-2026, 19:11 WIB
Kylie Jenner Digugat Lagi, Mantan Koki Pribadi Klaim Keguguran Akibat Dipaksa Kerja Berat
Jumat / 26-06-2026, 19:07 WIB
Gen Alpha Akali Verifikasi Usia dengan Makeup dan Kumis Palsu
Jumat / 26-06-2026, 19:07 WIB






