Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (26/6).

Mata uang Garuda berada di level Rp17.922 per dolar AS, naik 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan hari sebelumnya.

in1

>>> Pakistan Tegaskan Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS.

Ringgit Malaysia terapresiasi 0,66 persen, won Korea Selatan menguat 0,32 persen, dolar Singapura naik 0,15 persen, dan yen Jepang menguat 0,13 persen.

Di sisi lain, yuan China melemah 0,07 persen, peso Filipina turun tipis 0,01 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.

Mayoritas mata uang utama negara maju juga menguat terhadap dolar AS.

Franc Swiss naik 0,26 persen, euro menguat 0,25 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,13 persen, dan poundsterling Inggris menguat 0,13 persen.

>>> BPS Jelaskan Alasan Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026 Lebih Rinci

Sementara dolar Australia melemah 0,20 persen.

Analis: Pelemahan Indeks Dolar AS Jadi Katalis

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat seiring pelemahan indeks dolar AS.

Investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, didorong penurunan harga minyak mentah dunia.

"Rupiah ditutup menguat 21 poin di level Rp17.922 per dolar AS.

>>> IHSG Terkapar ke 5.896 Sore Ini, 562 Saham Terbakar

Penguatan ini didukung oleh penurunan indeks dolar AS karena investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, seiring harga minyak mentah dunia yang terus menurun," ujar Lukman.