Fenomena lonjakan utang pinjol di atas Rp102 triliun menunjukkan dua sisi. Di satu sisi, masyarakat semakin akrab dengan layanan keuangan digital dan membutuhkan akses kredit cepat.

Namun di sisi lain, pertumbuhan tinggi juga mengindikasikan banyak rumah tangga menghadapi tekanan likuiditas.

in1

"Fenomena ini memberi sinyal bahwa pendapatan banyak rumah tangga belum cukup kuat menahan tekanan harga dan biaya hidup.

>>> BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite Prioritas dengan Benefit Eksklusif

Jika konsumsi ditopang oleh utang jangka pendek berbunga mahal, pertumbuhan belanja menjadi rapuh," katanya.

Syafruddin memperkirakan utang pinjol masih berpotensi tumbuh hingga akhir tahun, didorong tingginya kebutuhan uang masyarakat, akses kredit perbankan yang lebih selektif, serta kemudahan pencairan dana melalui platform digital.

Meski demikian, ia mengingatkan kualitas pertumbuhan pinjol akan menjadi faktor yang semakin penting ke depan.

"Pertumbuhan yang sehat harus berasal dari pinjaman produktif dan kemampuan bayar yang jelas, bukan dari konsumsi panik dan gali lubang tutup lubang," katanya.

Edukasi Berutang Sehat

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo menilai besarnya utang pinjol menunjukkan masyarakat menyukai akses pembiayaan yang cepat dan mudah.

Pinjol mampu menghilangkan hambatan mengajukan kredit ke bank, seperti kewajiban agunan, dokumen rumit, dan proses survei.

"Meski biaya pinjol relatif lebih tinggi, kemudahan akses ternyata sudah mendapatkan tempat di masyarakat," ujar Budi.

Ia mengatakan penggunaan pinjol tidak selalu terkait aktivitas ilegal seperti judi online. Dana pinjol digunakan untuk modal usaha, kebutuhan rumah tangga, pendidikan, pembelian elektronik, hingga kebutuhan darurat.

Namun, Budi mengingatkan masyarakat lebih berhati-hati karena bunga pinjol relatif tinggi. Pinjol sebaiknya digunakan untuk tujuan produktif, bukan untuk gaya hidup konsumtif.

Ia menyarankan porsi cicilan pinjaman konsumtif tidak melebihi 15 persen dari pendapatan bulanan. Untuk pinjaman produktif, total cicilan maksimal 35 persen dari pendapatan rutin.

"Disiplin membayar dan menghindari mengambil pinjaman baru sebelum pinjaman lama lunas menjadi kunci agar tidak terjebak dalam pola gali lubang tutup lubang," katanya.

Budi juga menilai edukasi mengenai cara berutang yang sehat perlu diperkuat oleh regulator dan lembaga keuangan.

>>> 51 Alasan Masuk SMK Jurusan Perkantoran, Akuntansi, DKV, dan TKJ

"Pemahaman cara berutang yang baik perlu disosialisasikan sekencang promosi penggunaan pinjol agar tingkat gagal bayar tidak meningkat dan iklim bisnis pinjol tetap sehat," pungkasnya.