Bedanya, platform ini menggunakan enkripsi canggih dan kripto demi memastikan anonimitas semua pihak.

Kripto di Hulu Rantai Pasok

Namun kripto tidak hanya berputar di tingkat transaksi eceran. Ia sudah menjangkau jauh ke hulu rantai pasok industri narkoba sintetis.

in1

Dalam laporan bertajuk "Beyond Fentanyl," tim riset TRM Labs meneliti 120 produsen prekursor narkoba asal China.

Hasilnya, 97 persen dari produsen yang tersebar di 26 kota dan 16 provinsi itu menawarkan pembayaran dalam bentuk kripto.

Nilai kripto yang masuk ke kantong mereka melonjak drastis.

Jumlah kripto yang didepositkan ke dompet yang terhubung dengan produsen prekursor China meningkat lebih dari 600 persen dari 2022 ke 2023, dengan total melebihi US$26 juta sepanjang 2023.

Dalam empat bulan pertama 2024, angkanya sudah lebih dari dua kali lipat periode yang sama tahun sebelumnya.

Bitcoin menjadi pilihan utama dengan sekitar 60 persen volume pembayaran, diikuti blockchain TRON sekitar 30 persen, dan Ethereum sekitar 6 persen.

TRM Labs juga mengidentifikasi setidaknya 20 produsen prekursor China yang memiliki hubungan langsung dengan vendor narkoba online dan pasar darknet, baik yang beroperasi di Rusia maupun di negara-negara Barat.

>>> Kumpulan Kode Pickaxe Simulator Juni 2026 dan Cara Redeem

Lebih jauh, enam dari produsen dalam studi TRM terus memasang iklan prekursor bahkan setelah masuk daftar sanksi atau sedang menghadapi dakwaan.

Di pasar tersebut, hampir 60 persen produsen yang sama diketahui mengiklankan nitazene, kelas opioid sintetis baru yang bisa sepuluh kali lebih kuat dari fentanil, serta xylazine, sedatif veteriner yang kerap dicampur ke dalam fentanil.

Pasar-pasar digital narkotika menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap tindakan hukum. Ketika satu situs ditutup paksa, vendor dan pembeli cukup berpindah ke platform lain.