Peredaran narkotika di Indonesia terus bertransformasi mengikuti tren gaya hidup anak muda.

Jenis baru seperti vape etomidate atau pod getar dan gas tawa N2O (Whip Pink) kini menjadi ancaman serius.

in1

>>> 45 Caption MPLS Menarik dan Inspiratif 2026 untuk Calon Siswa Baru

Sepanjang 2025, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap 39 kasus peredaran vape etomidate dengan 61 tersangka dan 28 kilogram etomidate diamankan.

Sementara dalam Operasi Saber Bersinar 2026, BNN menyita 1,2 liter vape etomidate.

Modus Baru: Vape Etomidate dan Gas Tawa

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) sengaja diciptakan bandar untuk menghindari regulasi dan menarik minat generasi muda.

Tren vape atau pods yang digandrungi anak muda dimanfaatkan bandar dengan mencampurkan etomidate ke dalam cairan vape. Vape narkoba ini dikenal sebagai pod getar.

Sejak Desember 2025, etomidate resmi masuk sebagai Narkotika Golongan II melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025. Hal ini memungkinkan penindakan terhadap pengedar dan pengguna.

Eko menegaskan tidak ada pergeseran tren dari narkotika lawas seperti ganja, sabu, dan ekstasi. Yang terjadi justru penambahan jenis baru dengan klaster sindikat masing-masing.

Gas Tawa N2O: Bisnis Ilegal Bernilai Miliaran

Gas N2O atau Whip Pink semakin mencuat setelah dikaitkan dengan kematian seorang selebgram.

Bareskrim menggerebek tiga rumah produksi gas N2O ilegal di Jakarta milik PT Suplaindo Sukses Sejahtera yang tidak memiliki izin BPOM.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.987 per Dolar AS pada Perdagangan Jumat Pagi

Petugas menyita 1.784 tabung berbagai varian, 274 tabung kosong, ribuan nozzle, mesin pengisi otomatis, dan cairan perasa buah.