Prabowo Disebut Tahu Dalang Demo Bayaran, Golkar Beri Pembelaan
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihak-pihak di balik pendanaan aksi demonstrasi kembali menjadi sorotan.
Di tengah kritik yang muncul, Partai Golkar justru memberikan pembelaan. Mereka meminta publik melihat ucapan Presiden sebagai sebuah peringatan, bukan sekadar pernyataan politik.
>>> Manchester City Pecahkan Rekor Transfer Inggris, Elliot Anderson Dibeli Rp2,8 Triliun
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhamad Sarmuji menilai pernyataan Prabowo didasarkan pada informasi dari perangkat negara.
Menurutnya, pihak-pihak yang mendanai demonstrasi sebaiknya menghentikan praktik tersebut, terutama jika bertujuan mengganggu stabilitas pemerintahan.
"Sinyalemen Presiden berdasarkan informasi yang beliau terima. Kan ada aparat negara yang bisa mendeteksi.
Jadi yang membayar atau mendanai sebaiknya tidak diteruskan," kata Sarmuji, Kamis (25/6/2026).
Sarmuji menegaskan negara memiliki aparat yang mampu mendeteksi berbagai aktivitas, termasuk dugaan adanya pihak yang membiayai aksi demonstrasi.
Ia meyakini pernyataan Presiden bukan tanpa dasar.
Ia mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan kritik tetap harus dihormati.
Namun, kritik tidak boleh berubah menjadi tindakan yang mengganggu jalannya pemerintahan, apalagi saat pemerintah sedang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Apalagi jika tujuannya untuk mengganggu stabilitas.
>>> Vivo TWS 5 Pro Siap Meluncur, Bawa Chip DAC Hi-Fi dan Wi-Fi Direct
Kita tetap menghargai kritisisme tetapi jangan sampai mengganggu jalannya pemerintahan yang lagi berusaha keras meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo melontarkan pernyataan itu saat pidato dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo pada Rabu (24/6/2026).
"Hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo.
Gue tahu itu," kata Prabowo.
Presiden juga menyinggung peserta demonstrasi yang disebut tidak memahami tujuan aksi karena hanya mengikuti setelah menerima bayaran.
"Ditanya anak-anak demo, nggak ngerti. Mau demo apa ya?
Hm hm... Kami dibayar Rp200.000.
Gitu ya," sentil Prabowo.
Ucapan tersebut memicu beragam respons. Sejumlah pihak meminta Presiden mengungkap pihak yang dimaksud secara terbuka.
>>> Honor X80 Pro Max Resmi Dijual, Baterai 11.000 mAh Terbesar di Industri
Sementara itu, Golkar menilai peringatan itu sebagai sinyal agar praktik pendanaan demonstrasi yang berpotensi mengganggu stabilitas negara tidak lagi dilakukan.
Update Terbaru
Avatar: The Last Airbender Season 2 Tayang di Netflix, Simak Sinopsis dan Cara Menontonnya
Jumat / 26-06-2026, 12:33 WIB
Kapan Pembaruan Fortnite Berikutnya? Ini Bocoran Kontennya
Jumat / 26-06-2026, 12:28 WIB
Insentif Kendaraan Listrik Juli 2026 Masih Dikaji, Tunggu Arahan Presiden
Jumat / 26-06-2026, 12:28 WIB
Netanyahu Disoraki Perwira Militer, Didesak Mundur dari Kursi PM
Jumat / 26-06-2026, 12:28 WIB
Kode Park Bunker di Map Verdansk dan Cara Membukanya
Jumat / 26-06-2026, 12:26 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Turki Bungkam AS Lewat Drama 5 Gol
Jumat / 26-06-2026, 12:25 WIB
Mengenal Curling Parenting, Benarkah Ini Pola Asuh Terbaik?
Jumat / 26-06-2026, 12:25 WIB
Cara Atasi Tidak Terdaftar DTSEN: Panduan Lengkap Perbaikan Data Bantuan Sosial
Jumat / 26-06-2026, 12:21 WIB
Polri Mutasi 1.121 Personel Pati dan Pamen, Termasuk Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya
Jumat / 26-06-2026, 12:20 WIB
Daftar 20 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 12:20 WIB
20 Negara dengan Populasi Ateis Terbesar, Didominasi Asia
Jumat / 26-06-2026, 12:16 WIB
WNI Ramai-Ramai Pindah ke Jepang Demi Kerja Jadi Sopir Bus
Jumat / 26-06-2026, 12:16 WIB
YouTube Shorts Hadirkan Kecepatan 2x, Mode Layar Bersih, dan Fitur Baru Lainnya
Jumat / 26-06-2026, 12:15 WIB






