Ini juga kali kedua pilot itu ditembak jatuh selama perang Iran. Yang pertama terjadi ketika pasukan Kuwait salah menembak pesawat AS di awal konflik.

Angkatan Udara AS enggan menjawab pertanyaan CNN dan mengalihkannya ke Komando Pusat (CENTCOM), yang juga tidak segera menanggapi.

in1

Kantor Direktur Intelijen Nasional (DNI) AS juga tidak memberikan komentar.

Menurut para sumber, formasi drone Iran dapat dijelaskan dengan istilah teknis 'jaringan mesh satu-ke-banyak', yang memungkinkan operator mengendalikan beberapa drone sekaligus.

Jaringan mesh secara teoritis juga bisa digunakan untuk menyediakan konektivitas internet di daerah terpencil.

Beberapa negara, termasuk Rusia dan China, diyakini memiliki kemampuan ini. Sebelumnya, laporan menunjukkan bahwa Iran menerima bantuan dari kedua negara dalam mengembangkan teknologi drone.

Perkembangan dalam program drone Iran menjadi kekhawatiran serius bagi pasukan AS dan sekutu di kawasan.

>>> Sensus Ekonomi 2026: Data yang Menentukan Ribuan Keputusan

Iran secara agresif menggunakan drone serangnya sebagai senjata asimetris dalam melawan AS, Israel, serta negara-negara Teluk tetangganya selama perang yang pecah pada 28 Februari lalu.