Seorang pilot jet tempur Amerika Serikat yang berhasil diselamatkan setelah pesawatnya ditembak jatuh Iran mengungkapkan pengalaman mengejutkan saat melihat formasi drone Iran.

Dalam kesaksian yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, pilot F-15 itu menggambarkan pemandangan seperti 'ubur-ubur raksasa' di udara sebelum ia melontarkan diri.

in1

>>> Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara di Sawah

Empat sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada CNN bahwa sejumlah drone Iran terbang dan bergerak serempak dalam formasi yang menyerupai ubur-ubur.

"Banyak drone yang saling terhubung dan bergerak bersamaan, dengan drone yang lebih kecil berada di bawah drone yang lebih besar seperti membentuk kaki," kata salah satu sumber.

"Benar-benar macam alien," lanjutnya.

Sumber lain juga mengatakan bahwa pilot tersebut menyaksikan 'ladang ranjau drone' di udara.

Meskipun penyebab jatuhnya F-15 masih diselidiki, laporan awal menilai kesaksian pilot memungkinkan Iran menembak jatuh jet AS.

Kesaksian ini memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas intelijen AS yang hingga kini belum terselesaikan.

Jika kesaksian itu benar, ini berarti ada kemajuan yang mengkhawatirkan dalam kemampuan drone Iran.

Jet F-15 AS saat itu membawa dua awak: seorang pilot dan seorang petugas sistem persenjataan. Pilot diselamatkan beberapa jam setelah melontarkan diri.

Petugas sistem persenjataan berusaha bersembunyi di pegunungan selama lebih dari sehari agar tak ditangkap pasukan Iran, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

>>> Diadukan Ruben ke KPAI, Sarwendah Siap Bantah Pakai Bukti

Tidak jelas apakah petugas tersebut juga melihat formasi drone yang sama.

Beberapa pejabat intelijen AS mempertanyakan kebenaran cerita itu, salah satunya karena pilot mengalami gegar otak dalam kecelakaan tersebut.