Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkap temuan mengejutkan terkait pendataan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.

Dari lebih dari 300 titik yang tercatat, sekitar 100 titik diduga fiktif karena tidak ditemukan bangunan atau aktivitas operasional SPPG.

in1

>>> Israel Lebih Khawatir Ancaman Turki daripada Iran

Temuan itu terungkap setelah pengecekan lapangan oleh kepala SPPG yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

"Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap.

Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun.

Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," kata Ammy seperti dikutip dari detikcom, Selasa (23/6).

Menurut dia, temuan tersebut memperkuat dugaan praktik jual beli titik atau pendaftaran titik fiktif dalam program SPPG.

>>> Investor Asing Masih Khawatir Masuk RI Meski Ada Reformasi Pasar Modal

"Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kita benahi," ujarnya.

Ammy menjelaskan, sejumlah titik yang terdaftar bahkan masih diperjualbelikan kepada pihak lain.

"Jadi ada titiknya, tapi masih ditawar-tawarkan, ada yang mau beli atau tidak," ungkapnya.

Ia menambahkan, mayoritas titik temuan terdaftar atas nama yayasan yang membawa nama Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya.

"Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony," ujarnya.

>>> Panduan Lengkap Update Data DTSEN dengan Mudah 2026

Sebagai tindak lanjut, hasil rapat bersama tim investigasi dari BGN memutuskan menghentikan sementara pembukaan titik SPPG baru di Cilacap.