Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melaporkan lonjakan signifikan jumlah pendaftar baru calon haji Indonesia.

Per Mei 2026, realisasi pendaftar mencapai 203.452 orang atau 118,61 persen dari target operasional bulanan.

in1

>>> Ramalan Zodiak 24 Juni: Aries Pemasukan Tersendat, Taurus Jangan Ikuti Gengsi

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menyebut capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik.

Ia menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (23/6).

Laju pertumbuhan pendaftar baru yang masif berbanding lurus dengan komitmen BPKH menjaga ketahanan keuangan. Total dana kelolaan haji saat ini telah mencapai Rp181,731 triliun.

BPKH juga membukukan realisasi nilai manfaat sebesar Rp4,934 triliun atau 82,73 persen dari target berkala.

Tingkat imbal hasil (yield on investment) berada di posisi 6,57 persen.

>>> Cara Cek Pencairan Bansos PKH Tahap 2 dan PIP 2026 yang Sudah Masuk Rekening

Dari sisi akuntabilitas anggaran, BPKH menekan pengeluaran operasional internal di angka Rp182,84 miliar.

Alokasi dana program kemaslahatan umat mencapai Rp99,99 miliar atau 95 persen dari pagu tahun berjalan.

Dalam RKAT 2026, BPKH membidik target akumulatif pendaftar tahunan sebanyak 459.341 jamaah.

Target total dana kelolaan sebesar Rp204,287 triliun dan alokasi nilai manfaat utuh Rp14,534 triliun hingga akhir tahun.

>>> Pemerintah Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Berhenti dalam Dua Pekan

Komisi VIII DPR RI menginstruksikan BPKH memperkuat mitigasi risiko investasi finansial. Evaluasi biaya operasional per tiga bulan juga diminta untuk menjamin keamanan dana pendaftar.