Deborah Ann Woll, pemeran Faye dalam God of War Laufey, memberikan wawasan baru tentang karakternya.

Ia menegaskan bahwa kisah Faye tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh tema-tema kemanusiaan yang mendalam.

in1

>>> Komdigi Uji Coba AI untuk Bansos, Target 50 Juta Penerima

Dalam wawancara di Game Con Canada 2026 yang dilaporkan oleh Creative Review, Woll menyoroti pentingnya inklusivitas dalam bercerita.

"Kita membutuhkan sebanyak mungkin keberagaman dalam cerita-cerita ini agar kita bisa menceritakan lebih banyak kisah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa memperluas perspektif memungkinkan audiens terhubung dengan narasi dengan cara baru, membuat game lebih inklusif.

Pernyataannya menempatkan God of War Laufey sebagai kelanjutan waralaba sekaligus evolusi bermakna dalam cara cerita disampaikan.

Kisah Faye Berfokus pada Tema Universal

Meskipun kehadiran Faye sebagai karakter utama menandai pergeseran dari narasi yang sebelumnya didominasi Kratos, Woll menegaskan bahwa inti emosional cerita tetap universal.

Ia menjelaskan bahwa game ini mengeksplorasi tema seperti pengasuhan, penyesalan, dan pertumbuhan pribadi.

"Ini adalah cerita tentang orang tua... tentang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya," kata Woll.

"Ini adalah ide universal yang tidak ada hubungannya dengan gender."

Dengan membingkai perjalanan Faye seperti ini, game ini bertujuan untuk beresonansi dengan khalayak luas.

Woll juga mencatat bahwa pemain yang terhubung dengan Kratos dan Atreus di seri sebelumnya mungkin menemukan kedalaman emosional serupa dari perspektif Faye, menciptakan kesinambungan di seluruh seri.

Di luar representasi, Woll menyoroti bahwa God of War Laufey dirancang untuk memperluas lore yang ada, bukan menggantikannya.

Kisahnya berjalan beriringan dengan peristiwa God of War 2018, menawarkan konteks baru dan jawaban atas misteri yang sudah lama ada.