Kemudian 37,61% digunakan untuk belanja operasional penyelenggaraan konser artis lokal dan internasional di berbagai kota di Indonesia.

>>> Iran dan AS Sepakat Kelola Selat Hormuz, Bentuk Hotline Darurat

in1

Sekitar 8,15% dana IPO akan digunakan untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi guna mengembangkan bisnis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sebesar 19,80% dana juga akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Sisanya akan disetor ke entitas anak untuk pengembangan usaha dan ekspansi jaringan bisnis.

Di sisi kinerja, pendapatan RANS pada 2025 tercatat sebesar Rp353,38 miliar, turun 13,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp410,50 miliar.

Laba tahun berjalan juga turun 41,60% menjadi Rp56,69 miliar dari Rp97,07 miliar pada 2024.

Penurunan pendapatan terutama berasal dari segmen talent management dan duta merek serta penjualan produk berbasis intellectual property (IP).

Meski demikian, perseroan masih membukukan total aset Rp461,03 miliar dan ekuitas Rp340,80 miliar hingga akhir 2025.

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat 0,35 kali.

Dalam prospektus, RANS juga mengungkapkan risiko utama yang dihadapi perseroan, yakni ketergantungan terhadap talent utama Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga.

Perseroan menyebut penurunan keterlibatan atau munculnya isu reputasi terhadap figur utama tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan perusahaan.

>>> Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop

Perseroan telah memperoleh persetujuan prinsip pencatatan saham dari BEI melalui surat tertanggal 12 Juni 2026. Penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.