Hasil prediksi alat sangat sesuai dengan patologi yang ditemukan di jaringan otak.

>>> Microsoft Ubah Metode Login di Authenticator, Kini Harus Ketik Manual

in1

Tes ini bekerja sangat baik pada kasus yang benar-benar tidak pasti.

Pada orang dengan gangguan kognitif ringan atau gejala ambigu, prediksi Alzheimer dari model sangat cocok dengan beban plak amiloid yang ditemukan saat otopsi.

Selain itu, pada pasien yang didiagnosis Parkinson selama hidup tetapi kemudian mengalami demensia, alat ini mendeteksi perubahan biologis mirip Alzheimer yang terlewatkan oleh penilaian klinis standar.

Hasil tes tidak memberikan satu label tunggal. Misalnya, tes dapat menunjukkan bahwa protein abnormal pasien sekitar 75% konsisten dengan Alzheimer dan 20% dengan Parkinson.

Keterbatasan dan Langkah Selanjutnya

Tes ini belum siap untuk kunjungan dokter rutin. Cruchaga menekankan bahwa alat ini memerlukan validasi lebih lanjut pada populasi yang lebih besar dan beragam.

Peneliti juga perlu melakukan studi prospektif yang mengikuti pasien dari waktu ke waktu untuk melihat seberapa baik alat ini memprediksi perkembangan penyakit dan memandu pilihan pengobatan.

Tim saat ini sedang berdiskusi dengan perusahaan farmasi untuk membawa tes ini ke uji klinis dan memulai proses persetujuan FDA.

Para ahli independen mengingatkan bahwa tes darah, meskipun akurat, memiliki batasan.

Biomarker darah dapat menunjukkan patologi yang ada di tubuh, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana fungsi seseorang sehari-hari atau faktor seperti tidur, depresi, atau obat-obatan.

Karena itu, aplikasi praktis pertama kemungkinan akan berada di penelitian klinis, bukan di klinik komunitas.

Pengklasifikasi multi-penyakit berbasis darah dapat membantu mengidentifikasi pasien ideal untuk uji klinis yang menargetkan jalur penyakit tertentu.

Tes ini juga memungkinkan studi skala populasi dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh pemindaian otak mahal atau pungsi lumbal.

>>> Cara Aktifkan Passkey di Akun Microsoft dengan Mudah

Ke depannya, tes yang sama dapat membantu dokter memutuskan pasien mana yang memerlukan tindak lanjut segera, spesialis mana yang harus dikunjungi, dan jalur pengobatan mana yang terbaik.