Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Jakarta, pada Senin (22/6).

Anggota GNB Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pertemuan itu bertujuan untuk bersilaturahmi dan bertukar informasi.

in1

>>> Penyebab HP Tidak Hidup Meski Sudah Dicas, Baterai Drop hingga IC Power

"Yang tidak kalah pentingnya adalah kami saling berbagi informasi terkait situasi dan kondisi kehidupan kemasyarakatan kita, termasuk kehidupan berpemerintahan dan kebangsaan," ujar Lukman.

Sejumlah tokoh GNB turut hadir, antara lain Ketua GNB Sinta Nuriyah Wahid, Kardinal Jakarta Ignatius Suharyo, Romo Franz Magnis Suseno, dan Laode M.

Syarif.

Hadir pula anggota DPR dari fraksi PDIP Pinka Haprani, Hendrawan Supratikno, Selly Andriany Gantina, Bonnie Triyana, serta politisi PDIP Andi Widjajanto.

Diskusi Kebangsaan dan Kritik Legislasi

Kardinal Suharyo menyebut pertemuan itu sebagai ajang berdiskusi dan bertukar gagasan soal kebangsaan.

>>> Perempuan di Bandung Disekap dan Disiksa 3 Tahun, Pelaku Masih Buron

"Sehingga bisa melihat realitas dengan baik dan benar, tidak dengan emosi, tidak dengan kepentingan, tetapi sungguh-sungguh murni untuk kepentingan bangsa kita," kata Kardinal Suharyo.

Laode Syarif menyoroti proses pembuatan legislasi di DPR yang dinilai kurang melibatkan konsultasi publik.

Ia mencontohkan revisi Undang-Undang Polri yang tidak mengakomodasi rekomendasi Komisi Reformasi.

Dalam pertemuan itu, Megawati juga tampak akrab dengan Sinta Nuriyah Wahid. Keduanya berbincang hangat, dan Megawati sesekali memegangi kursi roda Sinta.

>>> Pratama Arhan Resmi Berpisah dengan Bangkok United

Megawati merupakan Wakil Presiden RI yang mendampingi Gus Dur pada 1999, dan kemudian menjadi Presiden ke-5 RI setelah Gus Dur dimakzulkan pada 2001.