Harga Gas Tinggi Ancam PHK 50 Ribu Buruh Industri
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memproyeksikan sekitar 50 ribu buruh terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tingginya harga gas untuk kebutuhan industri.
Prediksi ini disampaikan setelah Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menghimpun aspirasi dari perwakilan 15 perusahaan dan 15 Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (PUK SP KEP) KSPSI.
>>> Roy Suryo dan Tifa Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya
Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut mengungkap bahwa tingginya harga gas industri telah membebani dunia usaha secara signifikan dan mengancam keberlangsungan operasional korporasi.
Potensi pengurangan tenaga kerja secara massal ini diakui dapat menjadi kenyataan apabila regulasi tidak segera dibenahi.
Salah satu produsen keramik di Bekasi bahkan dilaporkan telah merencanakan pengurangan ratusan pekerja.
"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan.
Jika tidak segera ditangani, ancaman badai PHK bisa terjadi dalam waktu dekat," kata Andi Gani dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Selain masalah energi, sektor nikel juga menghadapi tantangan serupa akibat penataan perizinan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang tengah berjalan di Kementerian ESDM.
Pihak serikat pekerja menegaskan dukungan penuh terhadap penegakan hukum di sektor pertambangan, namun mendesak agar proses birokrasi tersebut tidak memicu lonjakan angka pengangguran baru.
Langkah dialog telah ditempuh dengan menemui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Respons cepat diberikan oleh menteri dengan mengumpulkan para pemangku kepentingan guna mencari solusi atas persoalan harga gas industri.
>>> Iran Bahas Gencatan Senjata Lebanon, Minyak, dan Aset Beku di Swiss
Agenda serap aspirasi tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PP KEP KSPSI R. Abdulah, Ketua PD KEP KSPSI Agus Koswara, Ketua PC KEP Bekasi Muh.
Update Terbaru
Gobel Group Siap Kolaborasi Majukan Pariwisata dan Ekonomi Gorontalo
Minggu / 21-06-2026, 21:51 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz, Kesepakatan Damai dengan AS Terancam
Minggu / 21-06-2026, 21:48 WIB
Pemerataan Kesejahteraan, Pemerintah Hadirkan Hunian ASN Kejati Papua
Minggu / 21-06-2026, 21:46 WIB
Prancis Targetkan Kemenangan Lawan Irak di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 21:46 WIB
Wapres Gibran Dukung Penguatan Komoditas Pangan Lokal di Papua
Minggu / 21-06-2026, 21:41 WIB
Timnas Jepang Hajar Tunisia 4-0, Peluang Lolos ke Babak Gugur Terbuka
Minggu / 21-06-2026, 21:41 WIB
Penyelenggara Tunda Pengumuman Seleksi Duta SMA 2026 Tahap 2
Minggu / 21-06-2026, 21:40 WIB
Uruguay Bidik Kemenangan Perdana Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 21:37 WIB
Fase Eksentrik: Rahasia Latihan Otot yang Paling Efektif
Minggu / 21-06-2026, 21:37 WIB
Fenomena Baru di RI, Anak SMP Kena Diabetes Tipe 2
Minggu / 21-06-2026, 21:37 WIB
Sisi Positif Game Online untuk Anak dan Remaja
Minggu / 21-06-2026, 21:36 WIB
AirAsia Malaysia Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Kota Bharu
Minggu / 21-06-2026, 21:36 WIB
Yamaha Gelar We Are Aerox Society Rayakan 10 Tahun Aerox di Indonesia
Minggu / 21-06-2026, 21:36 WIB
Marquez Menangi MotoGP Ceko 2026 Usai Duel Ketat
Minggu / 21-06-2026, 21:36 WIB






