Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di DKI Jakarta berjalan lebih tertata dibanding sejumlah daerah lain.

Ketua Umum FSGI Jakarta, Idris, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan SPMB di Jakarta relatif stabil dari sisi sistem, layanan pengaduan, dan kesiapan teknis di lapangan.

in1

>>> Prancis Tetapkan Siaga Panas Tertinggi di 35 Wilayah

"SPMB Jakarta 2026 paling siap mengantisipasi permasalahan yang muncul.

Meski kanal pengaduan banyak menerima pengaduan, namun permasalahannya dapat tertangani dengan baik karena Juknis dan SOP yang dirancang jauh hari," kata Idris dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Jawa Barat Masih Dihantui Kendala

FSGI membandingkan kondisi tersebut dengan pelaksanaan SPMB di Jawa Barat, khususnya skema SPMB MAUNG di 41 SMA dan SMK unggulan, yang dinilai masih menghadapi sejumlah kendala.

Di antaranya gangguan akses sistem dan situs pendaftaran, dugaan perubahan skor seleksi, serta pelaksanaan pemetaan calon murid baru (PCMB) yang dinilai belum transparan.

Selain itu, muncul protes orang tua siswa yang mendatangi Dinas Pendidikan Jawa Barat dan melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.

>>> Lahan Taman Berubah Jadi Pusat Data: Kisah di Balik Infrastruktur AI

DPRD Jawa Barat juga disebut mengevaluasi kesiapan sistem tersebut.

Sementara itu, FSGI menilai pelaksanaan SPMB di DKI Jakarta lebih terstruktur dengan penerapan sistem bertahap, penguatan posko layanan, serta kanal pengaduan yang mudah diakses masyarakat.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka 11 posko SPMB di tingkat kota dan kabupaten, posko di sekolah, serta layanan pengaduan daring dan media sosial.

"Mengatur waktu pendaftaran secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan dan jalur pendaftaran sehingga sistem dan aplikasi berjalan lancar dan dapat dipantau publik pergerakan pendaftarnya," ujar Idris.

>>> Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Spiritual yang Menguatkan

FSGI menyatakan akan terus memantau pelaksanaan SPMB 2026 di Jakarta hingga seluruh tahapan berakhir pada 10 Juli 2026.