Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mematangkan skema insentif motor listrik yang peluncurannya ditunda hingga Juli 2026.
Namun di tengah upaya pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik, muncul persoalan lain yang dinilai tak kalah penting, yakni standar keselamatan kendaraan roda dua yang dinilai belum berkembang secepat pertumbuhan pasarnya.
>>> Unila dan BRIN Bentuk Pusat Kolaborasi Riset Singkong
Isu ini mencuat setelah pemerintah mengungkapkan bahwa kajian mengenai standardisasi kendaraan listrik roda dua masih terus berlangsung.
Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto, mengatakan pemerintah melalui Kemenperin masih mengkaji standarisasi kendaraan listrik roda dua, mulai dari komponen motor, baterai, hingga sistem pengisian daya dan mekanisme battery swap.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan aspek keselamatan di tengah rencana pemberian insentif yang berpotensi mendorong lonjakan penggunaan motor listrik di Indonesia.
Belum Ada Standar Keselamatan Nasional
Founder National Battery Research Institute, Evvy Kartini, mengungkapkan saat ini terdapat sedikitnya 58 merek motor listrik yang beredar di Indonesia dengan spesifikasi baterai yang berbeda-beda.
Padahal, baterai merupakan salah satu komponen paling vital dalam kendaraan listrik, bukan hanya sebagai sumber tenaga tetapi juga berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pengguna.
Persoalan yang menjadi sorotan adalah Indonesia hingga kini belum memiliki standar keselamatan nasional yang mengikat untuk komponen penting seperti baterai, sistem kelistrikan, maupun sistem pengereman.
Akibatnya, pertumbuhan industri dinilai berisiko berjalan lebih cepat dibandingkan penguatan regulasi keselamatannya.
Kekhawatiran tersebut semakin relevan jika melihat data kecelakaan lalu lintas nasional.
Berdasarkan data Pusiknas Polri, lebih dari tiga juta pengendara sepeda motor terlibat kecelakaan sepanjang periode 2023 hingga 2025.
Update Terbaru
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: Kiper Jadi Bintang
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Mainan di Medan Johor, 11 Rumah Terdampak
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
FKBI: Transformasi Energi Bersih Perkuat Reputasi Pertamina di Mata Global
Minggu / 21-06-2026, 11:24 WIB
OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah BPRS GP Medan
Minggu / 21-06-2026, 11:21 WIB
Changan Lumin EV: Mobil Listrik Mungil Rp205 Juta Siap Bersaing di Perkotaan
Minggu / 21-06-2026, 11:21 WIB
Ekuador Ditahan Imbang Curacao di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 11:21 WIB
Swiss Sambut Delegasi Iran untuk Pembicaraan dengan AS
Minggu / 21-06-2026, 11:20 WIB
Rating TV Nasional per Minggu, 21 Juni 2026: Terikat Janji Pimpin, Indosiar Tempatkan Dua Program di Tiga Besar
Minggu / 21-06-2026, 11:16 WIB
Tersangka Pembukaan Lahan Ilegal di Aceh Timur Resmi Ditahan
Minggu / 21-06-2026, 11:16 WIB
Satgas Yonif 511/DY Bagikan Paket Bapok ke Warga Numbukawi Lanny Jaya
Minggu / 21-06-2026, 11:12 WIB
Selangor Perkuat Kerja Sama Perdagangan dengan Jawa Barat di Bandung
Minggu / 21-06-2026, 11:12 WIB
Norwegia Larang AI Generatif untuk Siswa SD Mulai 2026
Minggu / 21-06-2026, 11:12 WIB
Kawasaki Resmi Luncurkan KLX150 XPL dengan Gaya Overland
Minggu / 21-06-2026, 11:12 WIB






