Universitas Lampung (Unila) menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membentuk Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Cassava atau singkong.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan usulan pembentukan PKR Cassava langsung mendapat dukungan dari Kepala BRIN Arif Satria.

in1

>>> PT PNM Raih Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026

Arif meminta Unila menyiapkan proposal komprehensif yang berdampak nyata.

Lusmeilia menjelaskan bahwa salah satu fokus riset unggulan Unila adalah Cassava Centre. Hal ini karena Lampung merupakan daerah penghasil singkong terbesar.

Unila memiliki tiga pilar kekuatan utama dalam riset ini, yaitu sumber daya manusia yang masif, kekuatan akademik dan kepakaran, serta keseimbangan gender yang menjanjikan.

Riset ini tidak hanya melibatkan satu bidang disiplin ilmu, tetapi juga mengikutsertakan sejumlah fakultas seperti Teknik Elektro, Teknik Mesin, Hukum, dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB).

>>> Seskab Teddy Gagas Kompetisi Gagasan Setkab Gengs untuk Dukung Asta Cita

Lusmeilia menargetkan produk singkong berkualitas dengan daya saing global.

Kepala BRIN Arif Satria menekankan bahwa PKR Cassava menjadi warna baru bagi BRIN. Ia meminta satu topik yang komprehensif dan berdampak nyata.

Arif juga menyoroti arah BRIN dalam memajukan riset dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas UMKM dan memperkuat industri swasta nasional.

>>> Pegula Kalahkan Sabalenka, Melaju ke Final WTA 500 Berlin

Selain itu, BRIN memfasilitasi co-development teknologi maju dunia agar dapat masuk ke Indonesia.