Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai langkah Pertamina dalam mempercepat transformasi energi bersih dan meningkatkan pelayanan publik dapat memperkuat reputasi perusahaan di tingkat regional maupun global.

Pernyataan itu disampaikan menyusul masuknya Pertamina dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026.

in1

>>> OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah BPRS GP Medan

"Posisi ini menjadi branding penting bagi Pertamina dalam konteks reputasi internasional.

Bagaimana pun, Pertamina adalah perusahaan minyak global, sehingga masuk dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026 memiliki nilai yang sangat strategis," kata Tulus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Tulus mengingatkan agar pengakuan internasional tersebut tidak membuat Pertamina terlena. Capaian ini seharusnya menjadi pendorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Status perusahaan kelas dunia itu harus diwujudkan dalam pelayanan yang dirasakan langsung oleh konsumen di dalam negeri," ujarnya.

>>> Changan Lumin EV: Mobil Listrik Mungil Rp205 Juta Siap Bersaing di Perkotaan

Menurut Tulus, secara umum Pertamina telah mampu menjaga keandalan distribusi energi.

Namun, peningkatan kualitas pelayanan menjadi kunci agar reputasi semakin baik, terutama setelah penyesuaian harga BBM yang dilakukan baru-baru ini.

Selain memastikan ketersediaan energi, perusahaan juga perlu memperkuat komitmen terhadap agenda keberlanjutan dan transisi energi.

>>> Ekuador Ditahan Imbang Curacao di Piala Dunia 2026

"Dalam isu transisi energi untuk memitigasi perubahan iklim global, Pertamina perlu memanfaatkan momentum pengakuan internasional ini untuk memperkuat perannya sebagai korporasi energi yang berkomitmen pada pengembangan green energy," ucap dia.