Seekor tapir jantan ditemukan mati di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Baserah, Kuantan Singingi (Kuansing), pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Lokasi penemuan hewan bernama latin Tapirus indicus itu hanya sekitar dua kilometer dari batas luar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

in1

>>> Syarat dan Cara Scaling Gigi Pakai BPJS Kesehatan

Hasil autopsi visual dan pemeriksaan dokter hewan BBKSDA Riau mengungkapkan luka robek di pinggul dan paha kiri, serta luka parah di perut sebelah kanan.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menyatakan tapir tewas akibat ditabrak kendaraan roda empat atau truk bermuatan besar.

"Berdasarkan pola luka dan trauma fisik, tapir ini diduga kuat mati seketika setelah dihantam keras oleh kendaraan roda empat atau truk bermuatan besar yang melintas dengan kecepatan tinggi di jalan koridor perusahaan," katanya, Jumat (19/6/2026).

Pihak berwenang memastikan peristiwa ini murni kecelakaan fatal, bukan ulah pemburu liar.

>>> Band Reruntuh Harap Venue Musik Makin Banyak di HUT ke-499 Jakarta

Pemeriksaan bersama melibatkan Kapolsek Logas Tanah Darat, Polisi Kehutanan, dan staf Balai TNTN, yang memastikan tidak ada unsur kesengajaan.

Desakan Pemasangan Rambu Perlintasan Satwa

Atas kejadian ini, BBKSDA Riau mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh perusahaan yang beroperasi membelah habitat satwa.

"Kami mengimbau agar rambu-rambu perlintasan satwa segera dipasang dan kecepatan kendaraan dibatasi secara ketat.

>>> Dispar Kaltim Paparkan Pesona Terintegrasi Danau Jempang

Sebagai salah satu spesies kunci pengingat keseimbangan ekosistem hutan Sumatra, hilangnya satu tapir dewasa adalah tamparan keras bagi masa depan hutan kita yang kian terfragmentasi," tegas Ujang.