>>> Polda Metro Jaya Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Pesisir Jakut

Ia meminta pihak yang meragukan melimpahnya stok CBP untuk melihat langsung ke gudang Bulog di berbagai daerah.

in1

"Kapasitas (gudang) Bulog hanya 3 juta ton. Tapi stok kita 5,2 juta ton.

Artinya Bulog hari ini menyewa gudang (kapasitas) 2,2 juta ton. (Jadi untuk) yang belum yakin, silakan ke gudang Bulog seluruh Indonesia," ujar Amran.

FAO memproyeksikan stok beras Indonesia dapat mencapai 7,5 juta ton pada periode 2025/2026 dan 7,8 juta ton pada 2026/2027.

Peluang Indonesia sebagai eksportir beras dinilai semakin terbuka lebar.

Inflasi Beras Melandai

Amran menyebut beras bukan lagi penyumbang inflasi utama selama dua tahun berturut-turut.

Inflasi beras bulanan Indonesia sudah melandai. Inflasi tertinggi terakhir terjadi pada Mei 2024 sebesar 3,59 persen.

Setelah itu, inflasi beras lebih stabil. Pada Juli 2025 sempat berfluktuasi 1,35 persen, dan terbaru Mei 2026 sebesar 0,38 persen.

Meski inflasi rendah, kondisi petani tidak tertekan. FAO menyebut harga produsen yang stabil mendorong petani menanam padi.

Hal itu terjadi di Indonesia, Korea Selatan, Pakistan, dan Filipina. Sementara itu, negara seperti Kamboja, India, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, dan Thailand mengalami penurunan produksi.

Indeks harga petani padi Indonesia pada Mei 2026 mencapai 147,97, tertinggi dalam 7 tahun terakhir.

>>> Miguel Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026

Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Tanaman Pangan pada Mei 2026 berada di 113,79, tertinggi di tahun 2026.