Dengan demikian, dia menyampaikan bahwa terlihat loyalitas terhadap Jokowi masih kuat, namun belum cukup untuk mendorong publik benar-benar berpindah pilihan ke PSI dalam jumlah signifikan.

Artinya, kata dia, modal citra dari sosok Jokowi perlu segera dikonversi menjadi program kerja yang konkret dan substansi politik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

in1

"Jika tidak, popularitas yang menyertai nama Jokowi berisiko hanya menjadi citra di permukaan tanpa pernah benar-benar berubah menjadi suara di kotak pemilu," ungkapnya.

Survei tersebut bertajuk Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra PSI dalam Pandangan Masyarakat, yang digelar secara daring di 32 provinsi pada 10-17 Juni 2026 terhadap 1.922 responden.

Sampel dalam survei diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik stratified quota sampling berdasarkan wilayah, jenis kelamin, kelompok usia, dan pendidikan.

Populasi survei merupakan seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 21 - 28 Juni 2026

Jumlah sampel sebanyak 1.922 responden dengan margin of error sebesar ±2,54 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.