Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Ketua Pelaksana Mandalika Racing Series 2026, Arif Syahbani, menyatakan pihaknya bekerja sama dengan PRIDE Motorsport dan IMI untuk menerapkan regulasi yang mengacu pada peraturan FIM (Federation Internationale de Motocyclisme).

in1

>>> Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Kalah dari Paraguay

Pada putaran kedua, sejumlah aturan baru diterapkan. Pembalap yang melakukan jump start akan dikenai hukuman dua kali long lap penalty.

Jika seorang peserta tidak mencatat waktu saat kualifikasi karena masalah teknis, ia tetap diizinkan ikut balapan dengan start dari pit exit setelah memberitahu Race Direction.

"Perubahan regulasi sesuai standar FIM dilaksanakan secara bertahap," ujar Arif. Ia berharap dengan regulasi ini, pembalap dapat beradaptasi saat mengikuti kejuaraan internasional.

>>> Kekayaan Zita Anjani Tembus Rp109 Miliar, Melonjak Tajam dalam Enam Tahun

Selain regulasi, MGPA, PRIDE Motorsport, dan IMI juga menggaungkan integrasi prinsip ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial dalam olahraga bermotor.

Manager Corporate Brand PT Pertamina, Alih Istik Wahyuni, mengatakan Pertamina kembali mendukung perkembangan motorsport nasional melalui Mandalika Racing Series.

"Ini komitmen Pertamina sebagai motor penggerak pembangunan nasional melalui penyediaan energi berkualitas dan percepatan transisi energi," kata Alih.

>>> Wamen HAM: Negara Harus Hadir Lindungi Martabat Manusia

Ia menambahkan, setiap ajang diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dan melahirkan pembalap yang mampu tampil di tingkat internasional.