Menko AHY: Tanggul Laut Pantura Dikombinasikan dengan Mangrove
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan bahwa pembangunan tanggul laut di Pantai Utara (Pantura) Jawa akan dipadukan dengan penanaman pohon mangrove.
Langkah ini merupakan solusi berbasis alam untuk mengatasi permasalahan banjir di kawasan pesisir.
>>> Persib Bandung Resmi Berpisah dengan Bek Italia Federico Barba
"Permasalahan banjir bukan hanya kiriman atau permasalahan di hulu tapi juga di hilir, ini yang kita perkuat melalui pendekatan infrastruktur keras," kata AHY di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Menurutnya, pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall diperlukan untuk mengantisipasi banjir akibat naiknya permukaan air laut.
Setiap tahun, Pantura Jawa mengalami penurunan permukaan tanah 5-20 sentimeter akibat pengambilan air tanah oleh puluhan juta orang.
Pemerintah saat ini berupaya membangun tanggul laut raksasa sepanjang lebih dari 500 kilometer di Pantura Jawa secara bertahap.
AHY menegaskan bahwa pembangunan tanggul akan dibarengi dengan penanaman mangrove yang berfungsi sebagai penahan air laut alami.
>>> Aksi Damai YouTuber Korea inoCat di Piala Dunia 2026 Curi Perhatian
"Kita sedang merancang membangun tanggul di laut selain tanggul pantai.
Dan, kita mengombinasikan dengan mangrove karena ini merupakan solusi yang berbasis alamiah," ujar AHY saat meresmikan gerakan Ayo Muliakan Sungai.
Sebelumnya, AHY mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan desain tanggul laut raksasa sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, terutama di Pantura Jawa.
Ia menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar perlindungan fisik, tetapi juga menjaga kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir.
Perubahan iklim menjadi tantangan nyata yang dihadapi Indonesia, termasuk banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta ancaman kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah.
>>> Prabowo Minta Perhatian Khusus untuk Olahragawan Disabilitas
Proyek ini membuka peluang kolaborasi internasional di bidang rekayasa pesisir, teknologi perlindungan pantai, sistem operasi dan pemeliharaan, serta penelitian dan pengembangan bersama.
Update Terbaru
Kronologi Wanita Tusuk Rekan Kerja Hingga Tujuh Kali di Menteng
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Wamen ESDM: Jargas CNG Percepat Akses Energi di Wilayah Tanpa Pipa
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Angkasa Pura Indonesia Revitalisasi Terminal Bandara Minangkabau Rp553 Miliar
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Arsenal vs Coventry City di Pekan Pembuka Premier League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Belanda Hadapi Swedia di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Skotlandia vs Maroko: Duel Panas Perebutan Puncak Grup C Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
FIFA Blokir Tiket Pelaku Rasisme, Undang YouTuber Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
Universitas Surabaya dan Institut Perbanas Jakarta Juarai Campus League 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
Dampak Tersembunyi Kerja Malam Terungkap Lewat 14.000 Pemindaian Otak
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Kritikus Bedah Kelemahan Naskah Disclosure Day Karya Steven Spielberg
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
H5N1 Diduga Tewaskan Ribuan Anak Anjing Laut di Australia
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Imigrasi Denpasar Pastikan Layanan Normal Usai Digeledah KPK
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Yayasan Tarumanagara Siapkan Cetak Biru Kampus 4 Seluas 138 Hektare
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Mahasiswa di Semarang Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Verbal
Jumat / 19-06-2026, 21:04 WIB






