JAPFA Manfaatkan Data Ilmiah untuk Raih Pendanaan ESG Global
Persaingan memperebutkan pendanaan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di tingkat global semakin ketat. Investor internasional kini menuntut bukti keberlanjutan yang terukur, bukan sekadar komitmen tertulis.
Menjawab tantangan tersebut, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menerapkan strategi berbasis sains untuk memperkuat posisi tawar dalam meraih pembiayaan berkelanjutan global.
>>> Marc Marquez Waspadai Tantangan Fisik di MotoGP Ceko
Langkah ini dipaparkan dalam Konferensi Social Life Cycle Assessment (S-LCA) di Bogor pada Kamis (18/6/2026).
JAPFA menjadi korporasi perunggasan terintegrasi pertama di Indonesia yang secara resmi mengadopsi kajian ilmiah ke dalam sistem pendanaan.
Perusahaan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi dampak lingkungan di sepanjang rantai pasok dan operasional produksi.
Hasil analisis ilmiah tersebut diintegrasikan sebagai landasan utama dalam menetapkan target keberlanjutan korporasi.
Director and Chief Financial Officer Japfa Ltd, Kevin Monteiro, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan harus menyatu secara organik dengan model bisnis utama demi menjaga kepercayaan pemodal.
"Membangun kredibilitas di mata investor ESG harus dimulai dengan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian inti dari bisnis, bukan sekadar inisiatif terpisah.
Salah satu cara paling kredibel adalah melalui pendekatan LCA berbasis sains," ujar Kevin.
>>> Bank Indonesia Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen pada Mei 2026
Penerapan skema ini terbukti efektif membantu perusahaan mengamankan instrumen pembiayaan hijau dalam skala besar.
Pada 2021, JAPFA sukses menerbitkan Sustainability-Linked Bond (SLB) senilai US$350 juta, yang menjadi instrumen perdana di sektor agrifood dunia.
Ekspansi pembiayaan berlanjut pada 2025 dengan perolehan Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$150 juta.
Skema pinjaman tersebut mengombinasikan target perbaikan lingkungan dengan indikator sosial, termasuk program JAPFA for Kids untuk peningkatan gizi anak perdesaan.
Transparansi pengelolaan data keberlanjutan didukung oleh Japfa Sustainability Reporting System (JSRS) yang memproses 5.000 titik data ESG setiap bulan.
JAPFA juga bekerja sama dengan United Nations Environment Programme (UNEP) dalam menyusun panduan Social Life Cycle Assessment bagi industri perunggasan global.
Berkat konsistensi ini, JAPFA masuk dalam daftar World Best Companies 2025 versi TIME dan Statista, serta meraih penghargaan Best Sustainability-Linked Loan – Agriculture pada 2026.
>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo 1-1 pada Laga Perdana Grup K
Tren positif ini sejalan dengan pertumbuhan pasar keuangan hijau Indonesia, di mana penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan akumulatif menembus Rp74,14 triliun hingga akhir 2025.
Update Terbaru
Arsenal vs Coventry City di Pekan Pembuka Premier League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Belanda Hadapi Swedia di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Skotlandia vs Maroko: Duel Panas Perebutan Puncak Grup C Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
FIFA Blokir Tiket Pelaku Rasisme, Undang YouTuber Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
Universitas Surabaya dan Institut Perbanas Jakarta Juarai Campus League 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
Dampak Tersembunyi Kerja Malam Terungkap Lewat 14.000 Pemindaian Otak
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Kritikus Bedah Kelemahan Naskah Disclosure Day Karya Steven Spielberg
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
H5N1 Diduga Tewaskan Ribuan Anak Anjing Laut di Australia
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Imigrasi Denpasar Pastikan Layanan Normal Usai Digeledah KPK
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Yayasan Tarumanagara Siapkan Cetak Biru Kampus 4 Seluas 138 Hektare
Jumat / 19-06-2026, 21:08 WIB
Mahasiswa di Semarang Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Verbal
Jumat / 19-06-2026, 21:04 WIB
Pakar: Indonesia Berpeluang Jadi Pionir Penerapan Biodiesel Campuran Tinggi
Jumat / 19-06-2026, 21:04 WIB
Kanselir Jerman Tolak Penambahan Utang dalam Anggaran Uni Eropa
Jumat / 19-06-2026, 21:04 WIB
Mendagri Teken SKB Percepat Program Pembangunan 3 Juta Rumah
Jumat / 19-06-2026, 21:04 WIB






