Kontribusi dari paket Bola Gembira MAXStream TV yang dijual seharga Rp 25.000 hingga Rp 85.000 relatif kecil dibanding total pendapatan konsolidasi TLKM yang diproyeksikan mencapai Rp 146,7 triliun pada 2025.

“Paket Bola Gembira bersifat non-recurring dan tidak auto-renew, sehingga peningkatan penggunaan kemungkinan besar hanya sementara dan event-driven,” kata Christian.

in1

Ia menilai ruang monetisasi layanan tersebut cukup terbatas karena masyarakat memiliki banyak alternatif gratis untuk menyaksikan pertandingan, termasuk siaran langsung gratis dari TVRI.

>>> Rupiah Diprediksi Tertekan Pekan Depan Meski Status Emerging Market Dipertahankan

Pelanggan aktif Transvision, Indovision, serta K-Vision juga dapat menikmati siaran tanpa biaya tambahan sehingga ajang ini cenderung menjadi katalis jangka pendek untuk engagement ekosistem digital TLKM.

Sinergi Pertumbuhan WIFI dan IRSX

Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai WIFI dan IRSX berada pada posisi kuat untuk memanfaatkan peningkatan trafik data dan aktivitas streaming selama turnamen.

Momentum ini dapat mempercepat pertumbuhan basis pengguna karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet rumah yang stabil dan terjangkau.

WIFI menghadirkan program Internet Rakyat yang menawarkan layanan internet hingga 100 Mbps dengan biaya Rp 100.000 untuk tiga bulan pertama atau setara sekitar Rp 33.000 per bulan.

Tarif tersebut dinilai kompetitif sehingga memiliki daya tarik tinggi bagi pelanggan baru ataupun pengguna yang ingin beralih ke layanan dengan biaya lebih rendah.

“Program Internet Rakyat juga memperoleh akses ke platform OTT FolaPlay milik IRSX.

Skema bundling antara layanan FBB dengan OTT tersebut menciptakan sinergi yang menarik bagi kedua emiten,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Skema bundling ini berpotensi meningkatkan daya tarik layanan WIFI sekaligus mendukung akuisisi pelanggan baru, sedangkan IRSX berpeluang menangkap lonjakan konsumsi konten digital.

Kondisi Valuasi Saham

Dari sisi valuasi, Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat saham WIFI saat ini diperdagangkan pada price to book value (PBV) sebesar 0,93 kali atau berada di bawah nilai bukunya.

Kondisi tersebut dinilai menawarkan potensi kenaikan yang menarik di tengah ekspansi bisnis yang sedang dijalankan perusahaan.

>>> BOS dan BKSDA Lepasliarkan Lima Orangutan ke Hutan Kalimantan

Sebaliknya, saham IRSX diperdagangkan pada PBV sekitar 5,51 kali yang tergolong lebih premium, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.