Piala Dunia 2026 Dongkrak Trafik Konten Emiten Digital dan Penyiaran
Kontribusi dari paket Bola Gembira MAXStream TV yang dijual seharga Rp 25.000 hingga Rp 85.000 relatif kecil dibanding total pendapatan konsolidasi TLKM yang diproyeksikan mencapai Rp 146,7 triliun pada 2025.
“Paket Bola Gembira bersifat non-recurring dan tidak auto-renew, sehingga peningkatan penggunaan kemungkinan besar hanya sementara dan event-driven,” kata Christian.
Ia menilai ruang monetisasi layanan tersebut cukup terbatas karena masyarakat memiliki banyak alternatif gratis untuk menyaksikan pertandingan, termasuk siaran langsung gratis dari TVRI.
>>> Rupiah Diprediksi Tertekan Pekan Depan Meski Status Emerging Market Dipertahankan
Pelanggan aktif Transvision, Indovision, serta K-Vision juga dapat menikmati siaran tanpa biaya tambahan sehingga ajang ini cenderung menjadi katalis jangka pendek untuk engagement ekosistem digital TLKM.
Sinergi Pertumbuhan WIFI dan IRSX
Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai WIFI dan IRSX berada pada posisi kuat untuk memanfaatkan peningkatan trafik data dan aktivitas streaming selama turnamen.
Momentum ini dapat mempercepat pertumbuhan basis pengguna karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet rumah yang stabil dan terjangkau.
WIFI menghadirkan program Internet Rakyat yang menawarkan layanan internet hingga 100 Mbps dengan biaya Rp 100.000 untuk tiga bulan pertama atau setara sekitar Rp 33.000 per bulan.
Tarif tersebut dinilai kompetitif sehingga memiliki daya tarik tinggi bagi pelanggan baru ataupun pengguna yang ingin beralih ke layanan dengan biaya lebih rendah.
“Program Internet Rakyat juga memperoleh akses ke platform OTT FolaPlay milik IRSX.
Skema bundling antara layanan FBB dengan OTT tersebut menciptakan sinergi yang menarik bagi kedua emiten,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.
Skema bundling ini berpotensi meningkatkan daya tarik layanan WIFI sekaligus mendukung akuisisi pelanggan baru, sedangkan IRSX berpeluang menangkap lonjakan konsumsi konten digital.
Kondisi Valuasi Saham
Dari sisi valuasi, Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat saham WIFI saat ini diperdagangkan pada price to book value (PBV) sebesar 0,93 kali atau berada di bawah nilai bukunya.
Kondisi tersebut dinilai menawarkan potensi kenaikan yang menarik di tengah ekspansi bisnis yang sedang dijalankan perusahaan.
>>> BOS dan BKSDA Lepasliarkan Lima Orangutan ke Hutan Kalimantan
Sebaliknya, saham IRSX diperdagangkan pada PBV sekitar 5,51 kali yang tergolong lebih premium, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
Update Terbaru
Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Pordasi Perkuat Tata Kelola Organisasi Menuju PON 2028
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Ai Ogura Tercepat di Practice MotoGP Ceko 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Yusuf ke semifinal Macau Open setelah tumbangkan unggulan pertama
Jumat / 19-06-2026, 21:24 WIB
Ibu Rumah Tangga di Angke Jakbar Tewas Diduga Dibunuh Suami
Jumat / 19-06-2026, 21:24 WIB
Bank Amar Bagikan Dividen Tunai Rp110,1 Miliar Usai Cetak Laba Tertinggi
Jumat / 19-06-2026, 21:20 WIB
PT Smart Billionaire Indonesia Resmi Luncurkan IDNGold di Platform Reku
Jumat / 19-06-2026, 21:20 WIB
Kronologi Wanita Tusuk Rekan Kerja Hingga Tujuh Kali di Menteng
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Wamen ESDM: Jargas CNG Percepat Akses Energi di Wilayah Tanpa Pipa
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Angkasa Pura Indonesia Revitalisasi Terminal Bandara Minangkabau Rp553 Miliar
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Arsenal vs Coventry City di Pekan Pembuka Premier League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Belanda Hadapi Swedia di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Skotlandia vs Maroko: Duel Panas Perebutan Puncak Grup C Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
FIFA Blokir Tiket Pelaku Rasisme, Undang YouTuber Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB






