PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mencatat pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) sebesar 161 persen hingga akhir Mei 2026.

Posisi CASA bank digital ini mencapai Rp2,42 triliun, naik dari Rp930 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

in1

>>> Kolombia Tekuk Uzbekistan 3-1, Diwarnai Insiden Suporter Terjatuh

Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas nasabah, pembaruan produk digital, dan penawaran suku bunga tabungan yang kompetitif menjadi penopang utama pencapaian tersebut.

Strategi Menjaga Likuiditas di Tengah Suku Bunga Tinggi

Meskipun tren suku bunga pasar masih tinggi, manajemen belum melihat perpindahan dana simpanan nasabah secara besar-besaran dari tabungan dan giro ke deposito.

Jumlah nasabah deposito justru mencatatkan pertumbuhan 116 persen secara tahunan.

Anton Hermawan menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate memberikan tekanan terhadap biaya dana perusahaan.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen Demi Stabilitas Rupiah

Untuk menjaga profitabilitas, Krom Bank fokus memperkuat likuiditas dan menghimpun dana murah agar tidak perlu menaikkan bunga kredit secara agresif.

Langkah penahanan suku bunga deposito terus dijalankan sebagai bagian dari pengelolaan dana yang bijak.

Manajemen aktif melakukan benchmarking terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing produk dan keberlanjutan bisnis.

Dalam menghadapi persaingan bank digital yang agresif, Krom Bank memilih fokus membangun loyalitas nasabah.

>>> Brasil Incar Kemenangan Perdana Lawan Haiti di Piala Dunia 2026

Perluasan akuisisi nasabah baru akan mengandalkan peningkatan fitur layanan, fleksibilitas transaksi, serta kolaborasi ekosistem digital bersama mitra strategis.