Ketahanan fiskal dan reformasi kebijakan secara konsisten diklaim menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik investasi Indonesia di kawasan regional.

"Kepercayaan pasar tidak dibangun dalam semalam. Itu merupakan hasil dari disiplin fiskal, reformasi yang konsisten, dan kredibilitas kebijakan yang terus dijaga pemerintah.

in1

Karena itu, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan," ujar Purbaya.

Hubungan bilateral yang erat diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan mata uang lokal dalam transaksi dua arah (Local Currency Transaction) serta memperkuat posisi kedua negara di berbagai forum finansial global.

"Di saat sebagian pihak memilih menunggu kepastian, Indonesia memilih menyiapkan masa depan. Itulah alasan kami terus bergerak, membangun kepercayaan, dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa," tutup Purbaya.

Sebelumnya, kerja sama sektor keuangan juga ditingkatkan lewat pertemuan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dengan Gubernur People's Bank of China (PBOC) pada 11 Juni 2026 terkait Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA).

>>> Ilmuwan Petakan Jaringan Jamur Bawah Tanah Global Berukuran Kosmik

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) memproyeksikan eksekusi penerbitan Panda Bond akan berlangsung pada akhir Juni atau awal Juli 2026.