>>> Saham Properti Anjlok 36,08% akibat Suku Bunga Naik dan Rupiah Lemah

"Mari hindari memotong kalimat hanya untuk memancing emosi dan memunculkan kesalahpahaman. Mari jauhi upaya adu domba dan tetap jaga persatuan bangsa," ajak Sekjen Kemenag.

in1

Sebelumnya, saat berada di Makassar, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat beragama untuk menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat agar tidak menimbulkan dampak kontraproduktif.

"Tentu (kita) punya kepentingan untuk mengingatkan kepada warga masyarakat, terutama umat beragama. Mari kita tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam melakukan komunikasi, ya kan?"

ujar Menag.

"Ya, jadi jangan sampai nanti kita melakukan suatu tujuan yang baik, tapi melalui cara-cara yang kurang baik, akhirnya kontraproduktif, ya kan?

Mari kita mencontoh Nabi-lah. Yang baik itu baik, yang buruk itu buruk, tapi tidak menjelekkan...

sampai ada ayatnya, kan?" katanya.

Menag kemudian mencontohkan kisah Nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan berbicara dengan lembut menggunakan qaulan layyinan kepada Firaun.

"Ya, Nabi Musa dan Nabi Harun diminta menghadap kepada Fir’aun, itu juga ditegaskan untuk menggunakan qaulan layyinan, bahasa yang santun terhadap Fir’aun.

Jadi, orang seperti Fir’aun pun juga perlu diberikan bahasa santun. Apalagi kalau orang itu bukan Firaun, ya kan?"

"Jadi, saya pikir sebagai warga bangsa, umat beragama, dalam berbagai hal tetaplah kita mengedepankan akhlakul karimah di dalam menyampaikan gagasan.

Enak kan kalau win-win solution? Jangan lose-lose solution.

>>> Empat Minuman Malam Hari yang Bantu Jaga Stabilitas Gula Darah

Inilah saya kira. Ya."