Suku Bunga BI Naik, Investor Bisa Kunci Yield Obligasi Tinggi
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75 persen membuka kesempatan bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi di pasar obligasi.
Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management, Domingus Sinarta Ginting, menjelaskan peningkatan BI Rate sebesar 100 basis poin sepanjang 2026 mengerek yield SBN dan obligasi korporasi.
>>> Rektor UMY Achmad Nurmandi Raih Peringkat Dunia di ScholarGPS 2025
Menurut Domingus, penerbit obligasi korporasi kini harus memberikan kupon yang lebih tinggi daripada periode 2024-2025. Namun, nilai kenaikan tersebut sangat bergantung pada kualitas kredit tiap emiten.
"Kami melihat spread kredit tetap menjadi faktor utama, sehingga perusahaan dengan peringkat AAA relatif hanya menaikkan kupon secara terbatas, sementara emiten dengan rating menengah harus memberikan premi yang lebih besar," ujar Domingus.
Domingus menilai obligasi korporasi berperingkat AAA saat ini menarik dengan kisaran kupon 7,0 persen hingga 8,0 persen.
Sementara obligasi rating AA dinilai menarik di angka 8,0 persen sampai 9,0 persen.
Untuk obligasi dengan peringkat A, instrumen ini dianggap memikat jika menawarkan kupon 9,0 persen hingga 10,5 persen yang didukung fundamental kuat.
Tambahan spread 150-300 bps membuat obligasi korporasi lebih kompetitif dibanding deposito berbiaya bruto 4-6 persen atau SBN tenor menengah di kisaran 7 persen.
Meski begitu, investor diingatkan untuk tidak sekadar memburu imbal hasil tertinggi.
"Fokus investor saat ini bukan semata mengejar kupon tertinggi, tetapi memperoleh kombinasi antara yield yang menarik, kualitas kredit yang kuat, dan likuiditas yang memadai," kata Domingus.
Dampak pada Penerbitan Obligasi
Biaya dana yang membengkak diproyeksikan bakal memperlambat penerbitan obligasi korporasi pada semester II 2026. Banyak perusahaan diperkirakan bakal lebih selektif dalam mencari pendanaan baru di pasar modal.
Update Terbaru
MAPPA Rilis Trailer Teaser Chainsaw Man: Assassins Arc dan Game Baru
Jumat / 19-06-2026, 19:52 WIB
Veda Ega Peringkat ke-15 pada Latihan Moto3 GP Ceko
Jumat / 19-06-2026, 19:52 WIB
IHSG Menguat 3,76% dalam Sepekan, Ditutup di Level 6.177
Jumat / 19-06-2026, 19:52 WIB
128 Atlet dari 12 Provinsi Ikuti Kejuaraan MMA Nasional di Bogor
Jumat / 19-06-2026, 19:50 WIB
Kemenhut dan Yayasan BOS Lepasliarkan 5 Orangutan ke TNBBBR Kalteng
Jumat / 19-06-2026, 19:50 WIB
Timnas Swiss Hajar Bosnia 4-1 di Piala Dunia 2026, Manzambi Jadi Bintang
Jumat / 19-06-2026, 19:50 WIB
MPR Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Tingkatkan Literasi Nasional
Jumat / 19-06-2026, 19:48 WIB
PT Kalla Inti Karsa Raih Empat Penghargaan di Indonesia Sustainability Award 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:48 WIB
KAI Beri Diskon Tiket Kereta 30 Persen Selama Libur Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 19:48 WIB
Persib All Stars Kalahkan PT Combiphar 5-3 dalam Laga Reuni
Jumat / 19-06-2026, 19:48 WIB
Erik ten Hag Buka Suara soal Rumor Latih Timnas Belanda
Jumat / 19-06-2026, 19:48 WIB
KKP Dorong Investasi Swasta untuk Perkuat Ekonomi Biru
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Komnas Perempuan Desak Hentikan Militerisasi di Papua yang Perparah Kekerasan
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Pakar ITB: B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Kurangi Impor Solar
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB






