Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (18/6/2026) siang. Indeks merosot 1,55 persen ke level 6.124.

Pelemahan ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.

in1

>>> Elye Wahi Tetap Berangkat ke Piala Dunia 2026 Meski Diselidiki Dugaan Pengaturan Pertandingan

Keputusan tersebut diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 17-18 Juni 2026.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.197 hingga mencapai titik terendah 6.073.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,37 juta kali dengan volume 18,86 miliar saham dan total nilai transaksi Rp12,52 triliun.

>>> Moon Chae Won Resmi Umumkan Tanggal Pernikahan Akhir Juni

Aksi jual mendominasi dengan 474 saham melemah, sementara 207 saham menguat dan 129 saham stagnan.

BI Rate Naik demi Stabilitas Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, kebijakan ini bersifat pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

>>> Hasil Piala Dunia 17 Juni 2026: Perancis dan Argentina Raih Kemenangan

Kenaikan BI Rate sebesar 25 bps ini sejalan dengan konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg. Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga hingga 75 bps dalam satu bulan terakhir.