Badai PHK Mengancam Pekerja Kerah Putih Bergaji Tinggi
>>> Menhan Pastikan YTP 853/BRB Aceh Maksimal dalam Melayani Masyarakat
Ancaman Otomatisasi AI
Selain faktor makroekonomi, adopsi AI generatif menjadi katalis utama yang mengikis peran pekerja kerah putih berketerampilan tinggi. Sistem cerdas ini tidak lagi hanya menggantikan pekerjaan manual yang repetitif.
Profesi seperti analis hukum, pembuat kode pemrograman tingkat menengah, analis riset pasar, hingga spesialis keuangan kini dapat digantikan sistem AI.
Langkah ini dinilai lebih murah dan efisien bagi korporasi.
Banyak perusahaan menemukan bahwa integrasi AI dapat memangkas jumlah tim hingga separuh tanpa menurunkan produktivitas. Hal ini memicu surplus tenaga kerja ahli karena jumlah pelamar jauh melampaui lowongan.
Kepala Eksekutif Janco, Victor Janulaitis, menjelaskan alasan perusahaan menunda perekrutan tenaga IT karena dunia menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
"Mengapa mereka harus merekrut spesialis AI untuk sesuatu yang mungkin tidak menghasilkan?" ujarnya dikutip dari Wall Street Journal.
Tekanan Gaya Hidup
Pengangguran di kalangan pekerja bergaji tinggi memicu dampak finansial sekunder yang berat. Kelompok profesional ini umumnya memiliki beban cicilan hunian premium, kendaraan mewah, hingga biaya pendidikan tinggi.
Saat kehilangan pekerjaan, mereka rentan mengalami lifestyle inflation shock karena kesulitan menurunkan standar hidup dengan cepat. Tabungan yang ada terus tergerus untuk menutup biaya operasional yang tinggi.
Proses pencarian kerja baru bagi para eksekutif senior juga memakan waktu lebih lama. Perusahaan cenderung menghindari kandidat overqualified karena kekhawatiran akan ekspektasi gaji yang terlalu tinggi.
>>> Pakar SDM: Penunjukan Luke Thomas di DSI Bukti Meritokrasi
Kondisi ini memaksa para profesional untuk melakukan peningkatan keterampilan atau menurunkan ekspektasi kompensasi agar bisa kembali terserap ke pasar kerja.
Update Terbaru
Devin/Faathir Runner-up Macau Open 2026 Usai Kalah dari Pasangan Korea
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Festival Depok Heritage 2026 Digelar Akhir Pekan Ini
Minggu / 21-06-2026, 16:36 WIB
Jokowi Rayakan Ultah ke-65, Ribuan Warga Padati Kediaman di Sumber Solo
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menko Zulhas Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas 2029
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Menteri PU Tinjau Infrastruktur Pascagempa di Sulawesi Tengah
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Real Madrid Bantah Rumor Transfer Michael Olise dari Bayern Munchen
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Dua Fase Penting Perkembangan Anak Usia 1 Tahun yang Perlu Diketahui Orang Tua
Minggu / 21-06-2026, 16:32 WIB
Collazo KO Valdez di Ronde Kedua, Rekor Tak Terkalahkan Terjaga
Minggu / 21-06-2026, 16:31 WIB
Dieng Caldera Race 2026 Diikuti 2.000 Peserta, Perputaran Uang Capai Rp20 Miliar
Minggu / 21-06-2026, 16:28 WIB
3 Sunscreen Murah di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Ramah Kantong
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Van Dijk Minta Belanda Fokus ke Laga Selanjutnya Usai Bantai Swedia
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Sanksi Berat untuk Marco Bezzecchi Usai Pukul Marshal di MotoGP Ceko 2026
Minggu / 21-06-2026, 16:26 WIB
Australia Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5 yang Mematikan
Minggu / 21-06-2026, 16:24 WIB
Kemen PU Segera Bangun Saluran Air di Hulu Sungai Nokilalaki Sigi
Minggu / 21-06-2026, 16:24 WIB






